Apa??? Kamu kan orang Timur? Apa kamu sudah kehilangan hormat pada ayahmu, yang memberi kamu nama itu?

Posted in AtriAbirama berkata......., Soekarno on June 8, 2010 by atriabirama


Oei Tjoe Tat

Soekarno di dalam istana kepresidenan berkata : “Saya panggil Mr. Oei untuk diangkat menjadi Menteri yang akan membantu Presiden dan Presidium (Dr. Subandrio, Dr. Leimena, dan Chaerul Saleh). Bagaimana?” Oei Tjoe Tat menjawab polos, “Mengagetkan, tak pernah saya impikan dan inginkan.”

Rupanya Bung Karno tidak berkenan dengan jawaban itu, sehingga memberondong Oei dengan pertanyaan yang bertujuan menguji loyalitasnya sebagai kader Partindo, ketaatannya kepada Presiden Republik Indonesia dan Pemimpin Besar Revolusi, dan sebagainya, dan sebagainya. Oei Tjoe Tat pun akhirnya menerima baik pengangkatan itu. Apalagi setelah Bung Karno dengan suara berat berkata, “Sayalah yang menentukan kapan Bangsa, Negara, dan Revolusi memerlukan Saudara, bukan Saudara sendiri.”

Terakhir, Oei Tjoe Tat kembali bikin “perkara” dengan Bung Karno, ketika ia melontarkan pertanyaan, “Apakah nanti sebagai Menteri Republik Indonesia saya sebaiknya mengganti nama, dan apakah Presiden berkenan memilihkan nama baru saya?”

Muka Bung Karno sontak merah, dan berkata meledak-ledak, “Wat? Je bent toch een Oosterling? Heb je gen respect meer voor je vader, die je die naam heft gegeven…” (Apa? Kamu kan orang Timur? Apa kamu sudah kehilangan hormat pada ayahmu, yang memberi kamu nama itu?”

Jawaban Bung Karno ditangkap jelas oleh Oei Tjoe Tat, bahwa Presiden Sukarno bukan rasialis. Sepulang dari Bogor dan menceritakan pengalamannya itu, istrinya hanya melongo.

The Curious Case of Soekarno

Posted in AtriAbirama berkata......., Soekarno on June 8, 2010 by atriabirama


Soekarno bersama Eisenhower

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.

Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.

Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.

Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.


Allen Pope

Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Di tengah suasana panas itu, teman-teman Mas Tok atau Guntur Soekarnoputra tidak berhenti menjejalinya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar pilot Allen Pope.

Percakapan Bung Karno dengan putra sulungnya berkaitan hal itu, sudah banyak diungkap berbagai sumber. Tapi sebetulnya ada yang lebih penting lagi di balik percakapan antara Bung Karno dan Mas Tok berikut ini…..

Bung Karno sedang mandi. Mas Tok yang masih remaja menggedor-gedor pintu kamar mandi. Tidak sabar. Karena pintu terus digedor, Bung Karno melongok sebentar. “Ada apa tho Mas Tok? Bapak belum selesai mandi”.

Begitu pintu terbuka, Mas Tok langsung menyambar ayahnya dengan pertanyaan, “Bener nggak sih bapak menukar pembebasan Allen Pope dengan tebusan pesawat Hercules?”. Mas Tok memang tidak sabaran ingin segera tahu jawabnya. Saat itu juga dia harus mendapatkan bocoran jawabannya. Memang sebelumnya di antara teman-temannya, mereka sudah kasak-kusuk membenarkan gosip itu. Mas Tok jadi panas juga. Soalnya sebagai anak Bung Karno, seharusnya dia lebih tahu dari teman-temannya.

Mas Tok yang penasaran tidak perlu menunggu lama menanti jawab ayahnya. Pertanyaan Mas Tok itu langsung disambar dengan tawa khas ayahnya. Menggelegar, “Hahahahaha……biar saja Amerika kasih Hercules itu buat Bapak. Kalau Amerika kirim pesawat lagi, nanti Bapak suruh tembak lagi. Sebagai tebusannya, Bapak minta Marilyn Monroe dan Ava Gardner”.


Ava Gardner

Itu humor khas Bung Karno. Humor seorang negarawan nyentrik. Cara Bung karno bercanda dengan politikus sejawatnya sehari-hari, tidak beda jauh dengan guyonan-nya dengan anak-anaknya. Mas Tok dan adik-adiknya sudah hafal adat ayahnya. Dasar Bung Karno!
Tapi sebetulnya di balik canda itu, mungkin bahkan Bung Karno dan Mas Tok sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.

Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.

Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot.
Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….

Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..

Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.


Go to hell with your aid!

Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.

Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.

Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!

Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok.


B-26 kena tembak

Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.

Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.

Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.
Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.

Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.


Soekarno bersama JFK

John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.

Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.

Robert Kennedy dan istri (di blkg Soekarno)
Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.

Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?

Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur.

Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.

Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu.

John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker.


Lockheed ,Burbank- California.

Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope.


Allen Pope diadili

Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu.

Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahualam.

Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam. Kita semua tahu bagaimana akhir episode itu.

Walentina Waluyanti
Nederland, 9 Februari 2010

sumber :
http://walentina-waluyanti.nl/index.php/sukarno/13-bung-karno-geram-ike-john-repot

Tulisan Tanpa Judul

Posted in AtriAbirama berkata....... on April 13, 2010 by atriabirama

Haaaa…. Udah lama gak mengurus Blog-ku tercinta ini. Maaf buat semua yang komen atau menunggu balasan, tapi belum sempat ak balas. Belum ada hasrat baru buat menulis lagi. Ini aja cuma mau mencatat sejumlah kejadian penting dalam hidupku…

Dimulai dari Ak pelantikan dokter, entah kenapa, tidak begitu berkesan, biasa aja gitulah. Yang lain pada heboh foto-foto, ak pilih makan trus pulang. hehehe, memang dasarnya gak seneng rame-rame. Gak terasa udah 5 tahun lebih ak sekolah, akhirnya satu tahapan penting selesai juga. Tidak mudah memang, tapi juga tidak bisa dibilang susah. Setelah ini rencana besar menunggu untuk dilaksanakan, semoga bisa berhasil!!!

Yah kehidupan sebagia dokter dimulai, banyak pelajaran baru yang bisa didapet dari pasien males juga menulis satu-satu. Pada dasarnya ak memang males nulis-nulis.

Udah ah capek…

Teriakan seorang teman…….

Posted in Uncategorized on November 13, 2009 by atriabirama

Sebelom loe pada baca apa yg gw tulis, gw ingetin , tulisan ini mengandung banyak kata keras cenderung kasar yg mungkin sifatnya provokatif, but that’s who I am. Yang ga terima, ga sependapat,ga suka, silakan, gw menantang untuk perang terbuka, kita argue sampai puas, ,I know what I know, I know what I believe in, and I know that it’s right.

Prologue
Seminggu terakhir ini,gw lewatin sambil bingung sama proses penegakan hukum di Indonesia, KPK vs Polri , Antasari Vs Mbuh siapa , DPR Vs media , TvOne vs MetroTV , TPI vs perusahaan asing apa tau namanya, KD vs Anang *oke mulai ngelantur* , rasa bingung itu masih ditambah rasa ketidakpastian, tentang gimana nasib nilai DV, nasib nilai – nilai yang belom masuk, tentang temen yang ngehambat nilai untuk masuk *and believe me, such being does exist* dan tentu aja,tentang kapan YUDISIUM, di-SUMPAH-in,dan MAGANG.
12 november 2009,23.45
Just got home, mencolokan henpon , n there’s a message ( not Massage !! ) from Atria Abirama on my yM : ‘yok,wis reti? yudisium e dhewe 30nov,magang 7 des, dibagi 2 kloter, sing rampung 31okt +7 nov barengane dhewe, sing rampung 14 nov+ 21 nov yudisium 24 des,magang 28 des’ *yeah I know…English + bahasa Indonesia + jowo ,but hey, that’s the way I talk though*
hanya ada satu hal yang ada di pikiran gw saat itu “What the Fuck ??” –uncensored,no beeps needed-

Intinya Yo??
Gw emang ga tau apa2… gw ga ngerti gimana ceritanya kebijakan-keputusan ini bisa begini akhirnya. yang gw tau,sekian bulan yang lalu waktu gw lagi stase anak,ada rapat kloter 2 dan 3 tentang urusan YUDISIUM dan MAGANG,waktu itu gw ga dateng,bukan karena ga peduli,bukan karena ga bisa,bukan karena ga sempet,tapi karena ga kebangun -ketiduran…… whoopz – dan sebagai konsekuensinya,karena gw ga dateng,gw ngehormati dan siap ngejalanin keputusan apapun yg dihasilkan pertemuan itu,dan hasilnya setau gw adalah YUDISIUM medio desember,dan MAGANG sekitar seminggu setelahnya. beberapa saat sebelum pertemuan itu emang ada wacana tentang kloter 2 dan 3 kepisah-pisah dgn alasan “Kasian khan yang udah selesai duluan…” bullshit alias tai kebo,dari kelompok sedang SI-08 yg selesai 31okt, ga ada sedikitpun pikiran untuk mau ninggalin siapapun. loe bisa pegang omongan gw.
Pertanyaan gw sekarang adalah kenapa hasil akhirnya kaya gini?
Temen temen yang terkasih, mengasihi gw,pura pura gw kasihi dan pura pura mengasihi gw….
suka atau ga suka,mau atau tidak mau,ngaku atau ga ngaku,kita semua ngerasain luka yang sama waktu kloter 1 (sori digeneralisir,and yes kloter1,kali ini kalian sit back and relax aja,tidak terlibat kok *piss) memutuskan untuk ninggalin kita,sumpah duluan dan UKDI sabtu ini…(sehalus apapun gw coba untuk me-rephrase,kata-kata diatas gw rasa paling tepat, sorry ). Luka itu, sebesar apapun, sekecil apapun, gimanapun bentuknya *e.g marah,sebel,benci, ignorance, merasa dikhianati,atau malah ga ngerasa apa-apa..* kita semua rasain,bahkan gw yakin juga dirasain sama temen-temen kloter 1,dan sekarang…gw yakin kita malah ngelakuin hal yang sama, even worse…..let me elaborate..

A.hasil keputusan ini (KALAU INI MEMANG AKAN IMPLEMENTATIF DAN BUKAN MURNI KEPUTUSAN KAMPUS) tuh amat sangat MUNAFIK,muka dua,menjurus menjijikan malah kalo gw boleh jujur..like I said earlier,KITA SEMUA ngerasain hal yg sama,luka yg sama,sedih yg sama,perasaan yg sama… tapi knp kita *gw ga tau,dan ga mau nyebut nama….siapapun orang yg terlibat,sebagai promotor,legislator,or even eksekutor* ngelakuin hal yang sama..dan bahkan lebih buruk ! kenapa lebih buruk? kloter 1 punya tujuan yg jelas,konkret,dan wajar untuk dikejar saat memilih untuk ninggalin kita which is UKDI…mereka memilih untuk rasional,mengambil kesempatan yang bisa diambil,untuk UKDI bulan November…jadi menurut gw,tujuannya JELAS,NYATA-KONKRET,dan WAJAR… sementara, kloter2 yang rampung 31okt maupun 7nov,maupun 14 nov dan kloter 3 yang 21 nov tidak punya perbedaan agenda…kapanpun kita YUDISIUM,MAGANG,SUMPAH,PELANTIKAN kita tetep baru UKDI paling cepet februari 2010 (itu aja jadwal belum jelas kapan)..jadi keputusan to leave our men-and women- behind ini tidak punya tujuan yg JELAS,NYATA-KONKRET dan GA WAJAR ! apa loe mau bilang, “supaya urusannya cepet beres aja…” beol darah..emang yang ditinggalin ga mau urusannya cepet selesai? atau mau bilang ”supaya bisa konsen belajar buat UKDI…” tai kucing… gw berani jamin,dan yakin,ga akan ada bedanya. Kloter 1 aja UKDI WHILE mereka MAGANG ! sebagian dari mereka malah bisa ngumpul malemmingguan ngerjain soal bareng,merelakan waktu pacaran,wktu nonton di empire dan waktu nonton bokepnya buat belajar bareng buat UKDI,apa kloter 2 dan 3 ga punya kekompakan kaya gt? we are worse than them aren’t we…thanks for proving it…..*knp yg dibold malah kata kasarnya sih yo???*

B.i personally believe bahwa socialcostnya jauh lebih besar dari benefitnya… in other words mudharat menang lawan manfaat…… ga percaya ? sekarang, pejamkan mata teman-teman semua… pikirin teman-teman di FK 04 yang masih kita inget sekarang..udah? sekarang bayangkan, by the end of 2010,berapa banyak yg masih kita inget..? bayangin 5 tahun dari sekarang,berapa byk dari jumlah orang itu yg masih kita inget…*kalo belom kiamat 2012*,bayangin dari itu,10 tahun lagi..50 tahun lagi,berapa banyak yg masih kita inget…dan dari jumlah orang yg masih kita inget 20-30-40 tahun lagi itu,berapa banyak yang kita inget kebaikannya,bukan atas hal buruk yg pernah dia lakuinn sama kita,quys*and girls of course* gw jarang minta org supaya percaya sama apa yg gw omongin* since most of’em are bullshits* tapi kali ini gw mohon temen2 untuk percaya sama gw..bahwa kita sudah semakin merenggang..makin jauh… makin ga terasa kebersamaan dan kekompakan sebagai suatu angkatan… sedih gw kl ngebandingin angkatan kita 2004 tercinta sama 2002,2003…mereka jauuuuuh lebih solid daripada kita,bahkan sampai mereka dah lulus dan kerja dan kepisahpisah kaya sekarang…. apalagi kalo dibandingin sama 2005…. kita pantes malu… Sekarang aja udah jelas banget bahwa kita udah merasa renggang sama anak kloter 1, secara individual mgkn enggak,tapi secara kolektif, kerenggangan itu jelas banget kerasa… angkatan kita udah ter scatter entah melihat ke arah mana,ke arah kepentingannya masing-masing pastinya.. Ga ada yg salah dengan memikirkan kepentingan pribadi…believe me,I’m the most self-centered son of a bitch in this fucking universe *yeah,u know what I mean lah…* tapi bahkan gw,manusia ultra egois ini,yang mungkin kalian label sebagai org yg ga sopan,kasar,egosentris,dan segala macam sebutan lainnya ini pun ga pernah punya pikiran untuk ninggalin siapapun… like I said… mudharat wins… kita makin pecah,makin egoistis,tapi tetep aja harus nunggu ukdi februari..jadi manfaatnya dimana?

C.Menurut gw,apapun di dunia ini ada aturan,mekanisme… dan dalam hal kita ini,mekanisme itu namanya forum…. dan dalam forum,udah jelas keputusannya adalah seperti yang udah gw sebut di atas… andaikata…sekali lagi andaikata….hasil keputusan ini memang murni dari fakultas,karena kebijakan mereka yang entah kenapa nampaknya tidak pernah siap ngurusin pendidikan kita ini… gw akan diam setelah ini.diam,dan ngikutin,karena itu memang mekanisme..
the problem is… ada kabar burung *sumpah bukan burung gw !!!* yg tersebar bahwa keputusan akhir forum tersebut jadi berubah karena ada kepentingan –kepentingan tertentu yang disampaikan kepada orang-orang berwenang, yang sebelumnya tidak disampaikan melalui forum…. padahal kl aja disampekan melalui forum,akan jauh lebih bebas fitnah,gossip dan qibah * sok tau sekali si aryo*. Kalau memang ini bener, menurut gw ini langkah yg ultra PENGECUT, BRENGSEK,menjurus BANCI…. dan kalau mengutip bahasa sehari-hari atria abirama “JINGUK..” ,Kenapa gw merasa harus bereaksi sekeras ini? begini ceritanya *kok kaya acara cerita misteri…* gw ga datang di acara rapat itu,dengan alasan yg tadi udah gw ungkap.Tiap keputusan kita semua itu ter attach dengan konsekuensi , kl loe ga datang rapat,jangan protes hasilnya ga sesuai dengan yg loe mau, kl loe punya pendapat dan lo yakin itu bener,pertahankan sekuat mungkin,perkara nanti bisa kalah dan salah itu lain soal,kalo loe punya kepentingan yg ingin loe masukkan dlm kepentingan bersama,lemparkan ide dalam forum,kalo loe diem,jangan protes-ikutin aja. dan kalo kalah dalam adu argumen..jangan jadi “maen belakang”. Saat keputusan Forum sudah diambil,ya harus konsekuen menjalankannya, why?? karena keputusan forum mungkin memang tidak bisa MEMUASKAN SEMUA orang,tapi itu demi KEPENTINGAN UMUM.. after all, semua temen temen kita ini khan teman sejawat,am I right? dan dengan semua argument diatas gw Cuma mau mengajukan satu statement untuk direfleksikan bagi kita….“My colleagues will be my brothers”- physician oath…apakah yang sekarang terjadi pantas kita perbuat sama SODARA kita sendiri? jawab pertanyaan gw dalam hati.
Sekali lagi,gw minta maaf kl sebelum,selama dan sesudah ngebaca tulisan ini ada orang yg tersinggung… gw Cuma ga mau jadi ikan remora yg bisanya nempel di ikan hiu dan Cuma ngeliat hiu itu ngebunuhin ikan laen…*tolong,bahasa manusianya,maksudnya apa yo??* maksudnya… banyak di antara kita entah kloter 1,2,3,4,5,6,7,8 *berapa klloter sih emang??* atau kloter berapapun lah, yang mungkin bilang gini “duh,iya…sebenrnya sih gw emang juga ga perlu dan ga mau kok cepet-cepet..kita sih sabar aja kok… nungguin juga ga masalah kok…anak-anak aja tuh ga tau kenapa buru-buru…. kenapa sih mereka…” tapi disaat yang sama loe ga ngapa2in dan ga ngomong apa-apa..menurut gw..ya itu lah perwujudan ikan lempeng (remora),yang diem aja,bahkan ga berusaha ngomong…I refuse to be a such person… jalan bahwa keputusan YUDISIUM DAN MAGANG TERPISAH itu tidak implementatif mudah-mudahan masih ada..mudah-mudahan…. dan mudah-mudahan nasi baru jadi bubur..karena bubur ayam masih enak… tapi yang gw takutkan sekarang keadaannya nasi udah jadi tai..dan tai ayam kayanya sih ga enak *gw ga pernah nyoba….jd ga tau rasanya* . Gw nulis ini mungkin ga ada gunanya,tapi gw Cuma pengen teriak sama SIAPAPUN diantara kita –kalau memang ada- yg bertanggung jawab sehingga semua jadi kaya gini supaya sadar bahwa you’ve made a huge mistake dude…… dan semoga setiap hari dalam 2 bulan yg kita jalanin hanya 3 minggu –tanpa arti – lebih cepat dari temen-temen yang kita tinggalin,bakal loe laluin dengan penyesalan….

Salam hormat rekan sejawat,
Aryo Nugroho Triyudanto
04/174771/KU/10973

Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Posted in Uncategorized on November 2, 2009 by atriabirama

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti…

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Notes ku kali ini aku buka dengan sebuah lagu dari Sheila On 7, Band favorit ku……
judulnya sebuah “kisah klasik untuk masa depan”, ak denger lagu ini pas lagi jaga hari jumat kemaren secara tidak sengaja…. pas itu temen2 semua lagi ngomongin tentang masa depan dan masa lalu, gak terasa perjalannan kita semua sebagai seorang dokter sudah hampir selesai. Perjalanan semala 5 tahun lebih, dengan segala halangan rintangan yang ada.
tapi di note ini ak mau konsentrasi pada masa2 koasistensi, dimana masa itu sangat berkesan bagiku.
Disana ak bertemu banyak orang dengan kepribadian yang berbeda-beda, mulai dari yang ultra rajin sampai ultra pato, mulai dari yang Manikom sampe yang antikom, dan lain sebagainya…
yang jelas, ak banyak belajar dari semuanya bagi yang aliran kanan maupun kiri.
Ak juga meras beruntung ada dikelompok ini, dimana tidak ada saling membunuh antar satu teman dengan lainnya, saling menjaga, mem-back up, walopun untuk beberapa oknum tertentu yang tidak sadar diri karena telah dibantu bikin sebel juga, tapi yah itulah hidup dengan orang lain, ada banyak sifat, dan tentu saja kita gak bisa cocok dengan semua, tapi overall, kita merupakan kelompok yang solid.
itu dari segi kerja sama tim-ya, karena menurutku, jadi dokter bukan otak yang utama, tapi kerjasamalah yang utama, apalagi kalo ada dokter yang sampae menjatuhkan temannya sendiri untuk mencapai keinginannya, buat ak, dia pastilah bukan dokter yang baik. menusuk dari belakang, supaya dirinya bisa maju kedepan…. itu dokter bangsat…. yah untunglah di kelompokku gak ada orang seperti itu, ak percaya mereka semua bisa jadi dokter yang baik.
dari segi yang lain, otak, tentu saja jadi dokter juga gak boleh bego!!!!, dan anehnya di kelompokku itu isinya bukan orang bego, semuanya pintar, cuma gak terlihat aja kalo dari luar. setelah kita kenal, kita pasti akan takjub, mereka semua pintar, dalam bidang dan caranya sendiri. that’s great.
yah hari ini satu hari setelah stase ku selesai, ak berpikir, ini bukan akhir, tapi ini awal buat ak dan teman2ku, untuk menghadapi tantangan hidup baru, di dunia nyata, diman kita tidak bisa lagi bergantung dengan orang lain.
Ak bakal terus mengingat masa2 ak koasistensi, mulai dari ujiannya, bolosnya, ngobrol2 gak jelas, dll.
buat semua temanku di kelompok (lali), ak berdoa semoga kita semua menjadi apa yang kita cita2kan, yang pengen cari jodoh cepet dapet jodoh, yang pengen nikah, cepet nikah, yang pengen sekolah lagi, cepet sekolah lagi, yang pengen kerja, cepet dapet kerja, dan lain sebagainya……

kata terakhir di note ini, sukses buat kita semua, semoga kisah kita ini menjadi kisah klasik yang indah dan bisa kita kenang untuk selamanya………

Protected: Kamis, 22 Okt. 2009, jam 18.11….

Posted in AtriAbirama berkata....... on October 22, 2009 by atriabirama

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: what do i feel tonight (1 Okt 2009; 21:55)

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on October 1, 2009 by atriabirama

This content is password protected. To view it please enter your password below: