Archive for the Uncategorized Category

Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Posted in Uncategorized on November 2, 2009 by atriabirama

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti…

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Notes ku kali ini aku buka dengan sebuah lagu dari Sheila On 7, Band favorit ku……
judulnya sebuah “kisah klasik untuk masa depan”, ak denger lagu ini pas lagi jaga hari jumat kemaren secara tidak sengaja…. pas itu temen2 semua lagi ngomongin tentang masa depan dan masa lalu, gak terasa perjalannan kita semua sebagai seorang dokter sudah hampir selesai. Perjalanan semala 5 tahun lebih, dengan segala halangan rintangan yang ada.
tapi di note ini ak mau konsentrasi pada masa2 koasistensi, dimana masa itu sangat berkesan bagiku.
Disana ak bertemu banyak orang dengan kepribadian yang berbeda-beda, mulai dari yang ultra rajin sampai ultra pato, mulai dari yang Manikom sampe yang antikom, dan lain sebagainya…
yang jelas, ak banyak belajar dari semuanya bagi yang aliran kanan maupun kiri.
Ak juga meras beruntung ada dikelompok ini, dimana tidak ada saling membunuh antar satu teman dengan lainnya, saling menjaga, mem-back up, walopun untuk beberapa oknum tertentu yang tidak sadar diri karena telah dibantu bikin sebel juga, tapi yah itulah hidup dengan orang lain, ada banyak sifat, dan tentu saja kita gak bisa cocok dengan semua, tapi overall, kita merupakan kelompok yang solid.
itu dari segi kerja sama tim-ya, karena menurutku, jadi dokter bukan otak yang utama, tapi kerjasamalah yang utama, apalagi kalo ada dokter yang sampae menjatuhkan temannya sendiri untuk mencapai keinginannya, buat ak, dia pastilah bukan dokter yang baik. menusuk dari belakang, supaya dirinya bisa maju kedepan…. itu dokter bangsat…. yah untunglah di kelompokku gak ada orang seperti itu, ak percaya mereka semua bisa jadi dokter yang baik.
dari segi yang lain, otak, tentu saja jadi dokter juga gak boleh bego!!!!, dan anehnya di kelompokku itu isinya bukan orang bego, semuanya pintar, cuma gak terlihat aja kalo dari luar. setelah kita kenal, kita pasti akan takjub, mereka semua pintar, dalam bidang dan caranya sendiri. that’s great.
yah hari ini satu hari setelah stase ku selesai, ak berpikir, ini bukan akhir, tapi ini awal buat ak dan teman2ku, untuk menghadapi tantangan hidup baru, di dunia nyata, diman kita tidak bisa lagi bergantung dengan orang lain.
Ak bakal terus mengingat masa2 ak koasistensi, mulai dari ujiannya, bolosnya, ngobrol2 gak jelas, dll.
buat semua temanku di kelompok (lali), ak berdoa semoga kita semua menjadi apa yang kita cita2kan, yang pengen cari jodoh cepet dapet jodoh, yang pengen nikah, cepet nikah, yang pengen sekolah lagi, cepet sekolah lagi, yang pengen kerja, cepet dapet kerja, dan lain sebagainya……

kata terakhir di note ini, sukses buat kita semua, semoga kisah kita ini menjadi kisah klasik yang indah dan bisa kita kenang untuk selamanya………

Protected: what do i feel tonight (1 Okt 2009; 21:55)

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on October 1, 2009 by atriabirama

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Jinguk……. Sebuah pelepas Stress…..

Posted in AtriAbirama berkata......., KoAss, Uncategorized on July 19, 2009 by atriabirama

Hahaha…. Gak kerasa dah setahun lebih ak menjalani dunia per-Koass-an, gak terasa waktu berjalan. Dulu pas pertama kali memulai koass, sempat berpikir, wah iki bakalan melelahkan, trus sekarang dah tinggal 2 stase lagi, mikir lagi, lah kok tinggal 2 stase, kayaknya baru kemaren. Pertama kali masuk masih jadi koass lugu, polos, taat peraturan, rajin belajar, sekarang jadi koass yang udah tau caranya mbolos, caranya bikin status bayangan, dan segala trick2 lainnya. Dulu waktu pertamakali Manikom (maniak Kompetensi), sekarang jadi Minikom (minimal Kompetensi), sekarang sedang berusaha mencegah agar gak jadi Antikom (anti Kompetensi).

Hmmmm, tapi ternyata setahun itu gak lama, Cuma kemarena sore aja kayaknya…………

Karena selama koass kita hanya berkutat dengan teman satu kelompok aja, maka setiap kelompok ini punya cirri khas tertentu, ada yg kompak bgt, ada yang biasa aja, ada juga yg kelihatan kompak, tapi sebenernya perang dingin didalamnya. Ada personal-personal yang jadi musuh public karena sering bolos dan merepotkan temen kelompoknya (pato kiri), tapi sebaliknya, ada juga yang jadi musuh public karena kerajinannya, jadi temen2nya gak kebagian kompetensi apa2 (pato kanan). Semua itu lika-liku dalam dunia koass.

Khusu untuk kelompokku, ak bersyukur bias punya kelompok yang seperti ini, mereka tidak rajin, tapi juga tidak males, mereka juga mau berbagi, gak egois. Pokoknya okelah……. Dikelompokku, ada kata yang sangat popular, kadang kita ucapkan saat stress. Kata itu adalah JINGUK!!!! Entah kenapa pas ada masalah, trus ngomong itu, rasanya yah berkurang sedikitlah. Bukan maksud berkata kotor, tapi yah enak aja…….

Besok selasa mulai stase anak. Kayakna bakalan banyak kata2 jinguk bertebaran, mengingat gossip yang beredar tentang stase ini. Tapi yah mungkin 2 bulan akan berlalu dan tidak terasa sama sekali. Kita lihat aja nanti…..

JINGUK!!!!!……………

Seorang Introvert………….

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on March 2, 2009 by atriabirama

famousintroverts

Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih unggul disbanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2 introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah menjadi orang yang introvert.

Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat, hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang yang tidak dapar bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.

Artikel yang ditulis oleh seorang introvert bernama Jonathan Rauch dengan judul Caring For your Introvert (http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch) mengubah semua anggapan yang selama ini dipikirkan oleh orang lain. Dia membuka mata orang banyak bahwa introvert itu tidaklah seperti yang biasa dituduhkan menurut penulis dalam beberapa penelitian, kaum introvert memproses informasi dengan cara yang berbedadari orang pada umumnya. Semua orang telah setuju bahwa ekstrovert merupakan orang yang mudah dipahamikarena mudah mengungkapkan diri, tetapi kaum eksstrovert justru terpacu karena keberadaan orang laindan menjadi layu bila sendirian. Kaum introvert setelah bersosialisasi bebrapa jam perlu meluangkan waktu untuk sendirian. Hal ini bukanlah anti social, bukan gejala depresi, dan tidak membutuhkan pertolongan medis. Bagi kaum introvert, menyediri itu sama menyenagkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Jika orang salah memahami, orang2 cenderung memberikan cap negative dan menempatkan dia di tatanan pergaulan yang salah.

Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses dalam bidang yg dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.

Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga potensi yg dimilikinya tidak terlihat segera. Meski dewmikian, orang introvert dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yg cocok dengan dirinya. Tidak seperti orang ekstrovert yang bias berrgaul dengan siapa saja, orang introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jika ada teman atau keluarga kita yg termasuk orang introvert, perlu ddidukung dengan :

1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya hidup, tetapi sebuah orientasi

2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata “hei, ada apa?” atau “ kamu baik-baik saja?”

3. Jangan juga berkata yang lainya.