Archive for the Kesehatan Category

Hehehe, Lumayan!!! JANTUNG nih!!!!!!!!!!

Posted in AtriAbirama berkata......., Kesehatan, KoAss on October 19, 2008 by atriabirama

Halo, minggu ini saya jaga ICCU, (nek sing rung ngerti ICCU–> intensive cardiology care unit). Jangan salah sama yang namanya ICU (intensive care unit). Jadi dari namanya saja sudah jelas bahwa semua pasien yang ada disitu itu semuanya sakit jantung dan menurutku adalah orang-orang yang beruntung. Kenapa ak bilang beruntung???? Pasti anda2 juga sudah sering denger orang meninggal kena serangan jantung yang tiba-tiba, nah pada orang-orang itu, mereka adalah orang yang tidak beruntung (dalam konteks hidup ya!!! bukan yang lain.) Oia, penyakit jantung itu ada banyak ya, tapi semua akhirnya menuju ke sebuah kondisi yang namanya gagal jantung, bisa akut, bisa juga kronik, kalo yang meninggal secara tiba3 itu namanya gagal jantung akut. Gagal jantung akut, biasanya karena penyakit jantung koroner (walah bahasa planet mana tuh????). Koroner adalah sebutan bagi pembuluh darah yang memberi makan buat jantung, jadi ketika terjadi sesuatu disitu, mis. sumbatan, maka otomatis sel-sel jantung ini kelaparan. Ketika sel-sel ini kelaparan, mereka mengeluarkan sinyal-sinyal yang bahasa kerennya disebut sitokin yang akhirnya menimbulkan gejala nyeri di dada sebelah kiri. Nah semakin lama kelaparan, makan sel-sel jantung ini akan mati (infark) ato biasa disingkat AMI (Acute Myocard Infact). Sebenarnya nyeri dada yang dikarenakan oleh penyakit jantung itu menimbulkan gejala yang sangat khas, nyerinya letaknya di sekitar dada sebelah kiri, tidak bisa ditunjuk, menjalar bisa ke leher-rahang-lengan kiri, nyerinya dirasakan lebih dari 20 menit, semakin memberat, dan tidak berkurang dengan istirahat. Nah kalo temen2 ketemu yang kayak begini, maka orang yang sakit dada ini harus segera dibawa ke rumah sakit, jika pertolongan tertunda, dapat mengakibatkan kematian.

Nah saiki dibahas wae, sebenernya apa sih yang bikin PJK ini???? salah satu penyebab yang paling sering sekali adalah atheroseclerosis atau kekakuan pembuluh darah, bisa karena merokok, makan-makanan berlemak, minum2an keras, gaya hidup yang kurang gerak, dll. Sepertinya semua itu ada pada gaya hidup orang indo sekarang ya. makanya makin bayak yang sakit jantung. huhuhuhu…….

Pokoknya buat siapa aja yang baca artikel ini, mengenali gejala adalah menjadi sangat penting, karena dengan mengenali gejala kita bisa cepat mencari pertolongan and menghasilkan angka kesembuhan yang tinggi.

Inrmezzo, kemaren disela jaga ICCU, ak dapet tentiran dari dokter Erika. Dia orangnya cerewet, tapi pinter, dan mau ngajarin kita2 yang haus akan ilmu ini. hehehe……. kita dapet tentiran tentang ACS nah, pah ditengah tentiran, pas itu lagi analisis rekam jantung, ada pasien yang kena iskemik inferior, trus dia bilang sama kita2 “kalo iskemik inferior, kemungkinan ada iskemik dimana?, yang bisa jawab tak traktir bakso!”. Karena malem sebelumnya ak sempat dapet tentiran, trus karena ak tau, wah lumayan nih dapet bakso gratis, ak jawab aja “Posterior dok!!!”, dia bilang “kok pinter kowe?”. dalem hati, ak bilang “hehehe, kan habis tentiran dok tadi malem.” akhirnya kemaren sabtu, ak dapet 10k buat beli bakso sendiri. Kemaren, ak juga dapet pengalaman RJP (resusitasi jantung paru), udah berhasil 2 kali, tapi akhirnya meniggal juga, dan gak tertolong…………

Waspadai Nyeri Menstruasi

Posted in AtriAbirama berkata......., Kesehatan with tags on August 30, 2008 by atriabirama

Dismenore adalah nyeri sebelum, saat, atau sesudah menstruasi. Nyeri tersebut timbul akibat adanya hormone prostaglandin yang membuat otot uterus berkontraksi. Nyeri dirasakan di daerah perut bagian bawah, pinggang bhakan punggung. Dismenore yang sering terjadi adalah dismenore fungsional (wajar) yang terjadi pada hari pertama atau menjelang hari pertama akibat penekanan pada kanalis servikalis. Biasanya menghilang seiring dengan hari menstruasi berikutnya. Dismenore nonfungsional (abnormal) menyebabkan nyeri yang dirasakan terus menerus baik sebelum, sepanjang, bahkan sesudah menstruasi. Karena dismenore merupaan proses alamiah, maka tidak ada cara untuk mencegahnya, tetapi dismenore dapat diatasi dengan cara mengalihkan rasa nyeri pada kegiatan lain seperti mandi air hangat, meletakkan sesuatu yang hangat di perut, atau olahraga ringan. Bila tidak teratasi, bias diberi obat antinyeri, namun bila masih belum dapat diatasi, harus dicari penyebab utama terjadinya dismenore melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Dismenore terdapat dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Pada dismenore primer, tidak ditemukan kelainan ginekologik. Sedangkan pada dismenore sekunder, disebabkan kelainan pada daerah pelvis seperti endometriosis, mioma uteri, stenosis serviks, malposisi uterus, atau adanya IUD. Dismenore yang sering terjadi pada remaja adalah dismenore primer yang disebabkan gangguan fungsional, bukan karena penyakit organic pelvis.
Dismenore primer biasanya disebabkan oleh:
1. Factor kejiwaan
Emosi yang belum stabgil pada anak remaja dapat menyebabkan dismenore
2. Factor konstitusi
Faktor ini erat hubungannya dengan factor kejiwaan yang dapat juga menurunkan ketahanan terhadap nyeri, faktor2 ini adalah anemia, penyakit menahun, dll.
3. Factor obstruksi kanalis servikalis
4. Factor endokrin
Dismenore disebabkan oleh adanya prostaglandin yang berlebihan menyebabkan kontraksi otot polos secara berlebihan, sehingga timbul nyeri
Dismenore sekunder berhubungan dengan kelainan organic yang ada di pelvis yang terjadi pada masa remaja. Rasa nyeri yang itmbul disebabkan karena adanya kelainan pelvis, misalnya endometriosis, mioma uteri, stenosis serviks, dan malposisi uterus.nyeri yang terjadi dapat menyebar dari pinggul ke punggung, dan paha, sering kali disertai mual pada sebagian perempuan.
Pengobatan yang standar untuk dismenore adalah anti inflamasi non sterid, lebih efektif diminum sebelum timbul nyeri. Pemberian kontrasepsi oral juga merupakan pengobatan yang efektif.

Gangguan Menstruasi..

Posted in AtriAbirama berkata......., Kesehatan with tags on August 29, 2008 by atriabirama

Menstruasi adalah proses alamiah pada peremouan. Normalnya, menstruasi terjadi setiap 22-35 hari, selama 2-7 hari. Terdapat lima gangguan menstruasi yang paling sering muncul, yaitu oligomenore (jangka waktu haid terlalu lama), polimenore (terlalu sering haid), hipermenorea (darah haid terlalu banyak), hipomenorea (darah haid terlalu sedikit), dan amenore (tidak haid sama sekali).
Ada dua penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti mioma, kanker atau polip. Kedua, kelainan hormonal. Dari kelima gangguan menstruasi diatas, ada yang berbahaya ada yang tidak berbahaya. Oligomenore tidak berbahaya, namun perempuan dapat memiliki potensi sulit hamil, karena tidak terjadi ovulasi. Polimenore dan hipermenore adalah gangguan menstruasi yang berbahaya. Terlalu sering haid (polimenore), misalnya 2 minggu sekali, dapat menyebabkan anemia. Begitu juga dengan hipermenore dapat menyebabkan anemia. Polimenore dan hipermenore juga berhubungan dengan gangguan bekuan darah dan mioma. Polimenore yang terkait dengan gangguan hormonal, dapat terjadi pada perempuan yang mengalami peralihan dari masa subur ke masa menopause. Polimenore juga dapat terjadi pada perempuan muda menjelang haid pertama kali. Perempuan obesitas juga terkadang mengalami polimenore. Factor penyebab hipermenore adalah mioma uteri, polip endometrium, endometritis, dll. Suntik KB dapat menyebabkan oligomenore maupun amenore. Jika tidak menggunakan KB pil ato suntik, oligomenore berhubungan dengan penyakit polikistik ovarium. Yang menyebabkan perempuan tidak dapat menghasilkan sel telur, sehingga tidak terdaji ovulasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan hormone, akibatnya jangka waktu haid sangat lama.
Perempuan dikatakan amenorea jika tidak menstruasi lebih dari 5 bulan sejak menstruasi terakhir. Amenore dibagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder. Amenore primer terjadi pada perempuan yang tidak pernah mendapatkan haid, sedangkan amenorea sekunder terjadi pada orang yang pernah mendapatkan haid, tapi kemudian berhenti karena anovulasi. Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan dari lahir. Sedangkan amenore sekunder dapat disebabkan karena kehamilan, penggunaan KB, dll.
Sebaiknya jika perempuan mengalami siklus haid yang tidak sesuai dengan criteria normal, segera memeriksakan diri ke dokter.