Halo, minggu ini saya jaga ICCU, (nek sing rung ngerti ICCU–> intensive cardiology care unit). Jangan salah sama yang namanya ICU (intensive care unit). Jadi dari namanya saja sudah jelas bahwa semua pasien yang ada disitu itu semuanya sakit jantung dan menurutku adalah orang-orang yang beruntung. Kenapa ak bilang beruntung???? Pasti anda2 juga sudah sering denger orang meninggal kena serangan jantung yang tiba-tiba, nah pada orang-orang itu, mereka adalah orang yang tidak beruntung (dalam konteks hidup ya!!! bukan yang lain.) Oia, penyakit jantung itu ada banyak ya, tapi semua akhirnya menuju ke sebuah kondisi yang namanya gagal jantung, bisa akut, bisa juga kronik, kalo yang meninggal secara tiba3 itu namanya gagal jantung akut. Gagal jantung akut, biasanya karena penyakit jantung koroner (walah bahasa planet mana tuh????). Koroner adalah sebutan bagi pembuluh darah yang memberi makan buat jantung, jadi ketika terjadi sesuatu disitu, mis. sumbatan, maka otomatis sel-sel jantung ini kelaparan. Ketika sel-sel ini kelaparan, mereka mengeluarkan sinyal-sinyal yang bahasa kerennya disebut sitokin yang akhirnya menimbulkan gejala nyeri di dada sebelah kiri. Nah semakin lama kelaparan, makan sel-sel jantung ini akan mati (infark) ato biasa disingkat AMI (Acute Myocard Infact). Sebenarnya nyeri dada yang dikarenakan oleh penyakit jantung itu menimbulkan gejala yang sangat khas, nyerinya letaknya di sekitar dada sebelah kiri, tidak bisa ditunjuk, menjalar bisa ke leher-rahang-lengan kiri, nyerinya dirasakan lebih dari 20 menit, semakin memberat, dan tidak berkurang dengan istirahat. Nah kalo temen2 ketemu yang kayak begini, maka orang yang sakit dada ini harus segera dibawa ke rumah sakit, jika pertolongan tertunda, dapat mengakibatkan kematian.
Nah saiki dibahas wae, sebenernya apa sih yang bikin PJK ini???? salah satu penyebab yang paling sering sekali adalah atheroseclerosis atau kekakuan pembuluh darah, bisa karena merokok, makan-makanan berlemak, minum2an keras, gaya hidup yang kurang gerak, dll. Sepertinya semua itu ada pada gaya hidup orang indo sekarang ya. makanya makin bayak yang sakit jantung. huhuhuhu…….
Pokoknya buat siapa aja yang baca artikel ini, mengenali gejala adalah menjadi sangat penting, karena dengan mengenali gejala kita bisa cepat mencari pertolongan and menghasilkan angka kesembuhan yang tinggi.
Inrmezzo, kemaren disela jaga ICCU, ak dapet tentiran dari dokter Erika. Dia orangnya cerewet, tapi pinter, dan mau ngajarin kita2 yang haus akan ilmu ini. hehehe……. kita dapet tentiran tentang ACS nah, pah ditengah tentiran, pas itu lagi analisis rekam jantung, ada pasien yang kena iskemik inferior, trus dia bilang sama kita2 “kalo iskemik inferior, kemungkinan ada iskemik dimana?, yang bisa jawab tak traktir bakso!”. Karena malem sebelumnya ak sempat dapet tentiran, trus karena ak tau, wah lumayan nih dapet bakso gratis, ak jawab aja “Posterior dok!!!”, dia bilang “kok pinter kowe?”. dalem hati, ak bilang “hehehe, kan habis tentiran dok tadi malem.” akhirnya kemaren sabtu, ak dapet 10k buat beli bakso sendiri. Kemaren, ak juga dapet pengalaman RJP (resusitasi jantung paru), udah berhasil 2 kali, tapi akhirnya meniggal juga, dan gak tertolong…………
Dismenore adalah nyeri sebelum, saat, atau sesudah menstruasi. Nyeri tersebut timbul akibat adanya hormone prostaglandin yang membuat otot uterus berkontraksi. Nyeri dirasakan di daerah perut bagian bawah, pinggang bhakan punggung. Dismenore yang sering terjadi adalah dismenore fungsional (wajar) yang terjadi pada hari pertama atau menjelang hari pertama akibat penekanan pada kanalis servikalis. Biasanya menghilang seiring dengan hari menstruasi berikutnya. Dismenore nonfungsional (abnormal) menyebabkan nyeri yang dirasakan terus menerus baik sebelum, sepanjang, bahkan sesudah menstruasi. Karena dismenore merupaan proses alamiah, maka tidak ada cara untuk mencegahnya, tetapi dismenore dapat diatasi dengan cara mengalihkan rasa nyeri pada kegiatan lain seperti mandi air hangat, meletakkan sesuatu yang hangat di perut, atau olahraga ringan. Bila tidak teratasi, bias diberi obat antinyeri, namun bila masih belum dapat diatasi, harus dicari penyebab utama terjadinya dismenore melalui pemeriksaan lebih lanjut.