Let’s Go Green [siklus karbon!]
Karbon, elemen dasar kehidupan, selalu berpindah antara atmosfer, samudra, dan daratan. Bahkan saat tanaman mengambil sejumlah besar karbon dioksida dari udara, perubahan penggunaan lahan seperti konversi hutan menjadi lahan pertanian menambah karbon di atmosfer. Proses pembentukan cangkang hewan di laut menyerap sejumlah besar karbon. Proses geologis yang perlahan, seperti pembentukan batubara atau gas alam, mengasingkan karbon di dalam tanah.
Hal ini membentuk jaringan kompleks siklus karbon. Salah satu fungsinya adalah mengendalikan karbon dioksida atmosferis, yang berpengaruh banyaknya panas Matahari yang diserap Bumi.
Selama sejarah manusia, kebanyakan besar siklus ini berputar perlahan dan konstan. Namun, aktivitas manusia setidaknya satu abad terakhir membuatnya berputar terlalu cepat.
August 26, 2008 at 11:01 pm
bener bgt….SETUJU pkkny….tp slaen let’s go green jg hrs te2p melestarikan fauna donk……..