Pemerintahan Baru……

Posted in AtriAbirama berkata......., Politik on July 8, 2009 by atriabirama

Tadi pagi, semua rakyat indonesia telah mendapatkan Haknya untuk memilih pemimpin yang akan memimpin untuk 5 tahun ke depan. Walaupun pali belum diketok, nampaknya sudah hampir pasti bahwa pemilu presiden kali ini aka berjalan 1 putaran saja dengan kemenangan bapak SBY.

Jujur, saya bukan pendukung bapak SBY. Kenapa? Saya melihat pemerintahan beliau 5 tahun terakhir ini terlalu banyak dicampuri oleh kepentingan partai pendukung, sehingga beliau harus menyenangkan banyak partai yang mendukungnya sewaktu pilpres yang lalu. Dalam hal ini termasuk juga bagi2 jabatan, walaupun orang yg diberi jabatan tidak cakap dalam melaksanakan tugsnya sebagai pembantu presiden. Selain itu, sikapnya terhadap intervensi asing terlalu lunak (menurut saya). Bukannya saya pengen perang ato gimana, tetapi kedaulatan kita memang harus dijaga. Mungkin kalo mau berpikir lebih ekstrem lagi, walaupun didalam negeri kita bobrok, tetapi diluar negeri kita harus terlihat solid, sehingga kita tidak disepelekan oleh negara lain. kita juga masih kurang berdiri diatas kaki sendiri, dan tidak menjadi tuan rumah dinegara sendiri, walaupun dalam 5 tahun ini, terjadi perbaikan. Terkait juga dengan cara kampanyenya yang menggunakan senjata penurunan BBM dan sembako sebagai peluru utamanya. Padahal kita tau harga minyak turun karena memang terjadi krisis keuangan global, sehingga harga minyak dan semabko dunia memang jatuh.

Diluar hal-hal diatas, saya banyak berharap pemerintahan beliau yang sekarang mengalami banyak perbaikan, seperti memilih menteri yang kompeten, tidak sekedar bagi-bagi jabatan, lebih berpihak kepada rakyat dan tidak hanya menyenangkan golongan2 tertentu. Yang lebih penting lagi, jaga kedaulatan negara kita, angkat harga diri kita dimata negara lain. Jangan sampai orang2 kita direndahkan tapi kita tidak bisa berbuat apa2.

Kenapa sekarang saya berharap banyak?? Pertama karena ini beliau menjabat presiden yang terakhir kalinya, sehingga tidak perlu takut membuat keputusan2 yang tidak populer, karena tidak perlu menjaga image buat pemilihan kedepan. Kedua karena partai yang mencalonkan beliau mndapatkan kursi terbanyak di parlemen sehingga kepemimpinan beliau diharapkan memperoleh dukungan penuh, dan tidak ada bagi jabatan lagi, yang kompeten dibidangnyalah yang mengisi jabatan tersebut.

Pokoknya pemerintahan ke depan dapat membuat indonesia kita tercinta ini menjadi negara yang mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya dan disegani oleh negara luar.

Seorang Introvert………….

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on March 2, 2009 by atriabirama

famousintroverts

Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih unggul disbanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2 introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah menjadi orang yang introvert.

Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat, hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang yang tidak dapar bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.

Artikel yang ditulis oleh seorang introvert bernama Jonathan Rauch dengan judul Caring For your Introvert (http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch) mengubah semua anggapan yang selama ini dipikirkan oleh orang lain. Dia membuka mata orang banyak bahwa introvert itu tidaklah seperti yang biasa dituduhkan menurut penulis dalam beberapa penelitian, kaum introvert memproses informasi dengan cara yang berbedadari orang pada umumnya. Semua orang telah setuju bahwa ekstrovert merupakan orang yang mudah dipahamikarena mudah mengungkapkan diri, tetapi kaum eksstrovert justru terpacu karena keberadaan orang laindan menjadi layu bila sendirian. Kaum introvert setelah bersosialisasi bebrapa jam perlu meluangkan waktu untuk sendirian. Hal ini bukanlah anti social, bukan gejala depresi, dan tidak membutuhkan pertolongan medis. Bagi kaum introvert, menyediri itu sama menyenagkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Jika orang salah memahami, orang2 cenderung memberikan cap negative dan menempatkan dia di tatanan pergaulan yang salah.

Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses dalam bidang yg dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.

Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga potensi yg dimilikinya tidak terlihat segera. Meski dewmikian, orang introvert dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yg cocok dengan dirinya. Tidak seperti orang ekstrovert yang bias berrgaul dengan siapa saja, orang introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jika ada teman atau keluarga kita yg termasuk orang introvert, perlu ddidukung dengan :

1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya hidup, tetapi sebuah orientasi

2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata “hei, ada apa?” atau “ kamu baik-baik saja?”

3. Jangan juga berkata yang lainya.

Si Naga Tidur dlm cerita Red Cliff

Posted in AtriAbirama berkata......., Film on February 5, 2009 by atriabirama

Nama Asli : Zhuge Liang
Nama Lain : Zhuge Kongming
Julukan : Naga Tidur
Istri : Huang Yue Ying
Ayah : Zhuge Gui
Ibu : (hanya diketahui bermarga Zhang)
Paman :Zhuge Xuan
Saudara :Zhuge Jin (abang), Zhuge Jun (adik)
Sepupu :Zhuge Dan (adik)
Anak :Zhuge Zhan
Anak Angkat : Zhuge Qiao
Cucu : Zhuge Shang
Cucu dr anak angkat : Zhuge Pan
Kemenakan : Zhuge Ke
Mengabdi pada : Liu Bei, Liu Chan
Lahir : 181
Meninggal : 234

Zhuge Liang (Hanzi: 诸葛亮)(181–234) adalah seorang ahli strategi Tiongkok yang terkenal. Ia adalah ahli strategi bagi Liu Bei. Ia bernama lengkap Zhuge Kongming, juga dikenal sebagai Cukat Liang di kalangan Tionghoa Indonesia.
Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis kerana mengenangkan nasib rakyat di zaman peperangan itu, maka ia menghambakan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah “Longzhong Plan”, yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan dinasti Han yang telah rapuh.
Kebesarannya menyebabkan ia digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Zhuge Liang acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.

Zhuge Liang adalah ahli strategi militer dari negara Han pada zaman Tiga Negara (220-280 A.D.). Dia adalah ahli strategi yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Dia acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.
Ketika Zhuge Liang berumur 9 tahun, dia masih tidak dapat berbicara. Keluarganya sangat miskin. Ayahnya menyuruh dia menggembalakan domba di dekat sebuah bukit di sebuah gunung. Di atas gunung ada sebuah kuil Pendeta Tao dimana tinggal seorang Pendeta Tao tua dengan kepala penuh dengan uban. Setiap hari Pendeta Tao tersebut berjalan-jalan santai di luar kuil. Ketika ia berjumpa Zhuge Liang, dia mencoba berkomunikasi dengan anak laki-laki tersebut dengan menggunakan isyarat tangan. Zhuge Liang juga senang “berkomunikasi” dengan Pendeta Tao tersebut dengan isyarat tangan. Pendeta Tao itu menjadi sangat menyayangi Zhuge Liang yang pintar dan menawan itu. Dia mulai mengobati masalah kebisuan anak laki-laki itu. Tidak lama kemudian Zhuge Liang bisa berbicara!
Zhuge Liang sangat gembira ketika akhirnya dia bisa bicara. Dia pergi mendaki menuju ke kuil Pendeta Tao tersebut untuk mengucapkan terima kasih. Pendeta Tao tersebut memberitahukannya, “Ketika kau pulang ke rumah, katakan pada orang tuamu bahwa saya mengangkatmu sebagai murid dan saya akan mengajari kamu membaca. Saya juga akan mengajarimu seni astronomi, geografi dan menerapkan teori Ying dan Yang di dalam strategi militer. Jika orang tuamu setuju, kamu harus hadir di sekolah setiap hari dan kamu tidak boleh membolos!”
Sejak saat itu, Zhuge Liang menjadi murid Pendeta Tao tua tersebut. Hujan atau terang, Zhuge Liang akan mendaki gunung untuk menerima pelajarannya. Dia adalah seorang anak yang sangat pintar dan rajin yang sangat serius dalam pelajarannya. Dia juga mempunyai daya ingat yang sangat tajam. Pendeta Tao tersebut tidak pernah harus mengajari segala sesuatunya sampai dua kali. Dengan sendirinya Pendeta Tao tersebut menjadi semakin menyayanginya.
Delapan tahun berlalu dengan cepatnya dan Zhuge Liang menjadi seorang remaja.
Suatu hari ketika Zhuge Liang seperti biasanya turun gunung, dia melewati sebuah biara yang telah ditinggalkan, terletak di tengah-tengah gunung. Tiba-tiba datang hembusan angin yang sangat kuat, diikuti dengan badai petir. Zhuge Liang tiada pilihan lain selain berlari masuk ke biara yang telah ditinggalkan itu untuk menghindari badai. Di sana ada seorang wanita muda yang belum pernah dijumpai keluar untuk bertemu dengannya. Dia memiliki sepasang mata yang besar dan alis yang tipis. Dia begitu cantiknya sampai-sampai Zhuge Liang hampir salah mengiranya adalah seorang dewi. Dia segera tertarik dengan wanita muda tersebut.
Ketika badai berhenti, wanita cantik itu menemui dia di depan pintu dan berkata padanya dengan tersenyum, ”Karena sekarang kita sudah saling berjumpa. Kamu bebas untuk mampir dan menikmati secangkir teh kapanpun kau ingin beristirahat dalam perjalananmu turun atau naik ke gunung.” Begitu Zhuge Liang berjalan keluar dari biara itu, dia merasa curiga. “Mengapa saya tidak mengetahui ada orang yang tinggal di biara ini sebelumnya?” pikirnya.
Sejak hari itu, Zhuge Liang mulai sering mengunjungi biara tersebut. Setiap kali wanita cantik itu selalu menghiburnya dengan ramah tamah. Dia memasak makanan yang enak untuknya dan selalu membujuknya untuk tinggal lebih lama. Setelah makan malam mereka selalu berbincang-bincang dengan seru dan bermain catur. Dibandingkan dengan kuil Pendeta Tao, biara tersebut bagaikan surga.
Selalu memikirkan wanita itu mengalihkan perhatiannya dari pendidikannya dan dia mulai kehilangan semangat untuk belajar. Dia semakin lama semakin kurang perhatiannya terhadap ajaran dari Pendeta Tao. Dia juga menjadi pelupa dan mengalami kesulitan dalam mempelajari buku pelajaran baru.
Pendeta Tao tua itu menemukan masalahnya. Suatu hari dia memanggil Zhuge Liang dan menarik napas panjang. “Lebih mudah menghancurkan sebuah pohon daripada menanam sebuah pohon!” ujarnya. “Saya telah menyia-nyiakan banyak tahun untuk kamu!”
Zhuge Liang menundukan kepalanya karena malu dan berkata, “Guru, saya tidak akan mengecewakan anda lagi atau menyia-nyiakan ajaran anda!”
“Saya tidak mempercaimu,” kata Pendeta Tao tua. “Saya tahu kamu adalah seorang anak yang sangat cerdas, karena itu saya ingin mengobati penyakitmu dan memberimu sebuah pendidikan yang layak. Delapan tahun terakhir ini kamu telah sangat dalam pendidikanmu, jadi saya berpikir bahwa kerja keras untuk mendidikmu adalah pantas. Tetapi sekarang kamu melalaikan pendidikanmu. Bagaimanapun pandainya kamu, kamu tidak dapat kemana-mana jika kamu terus-menerus seperti ini! Sekarang kamu berjanji padaku untuk tidak akan pernah lagi mengecewakan aku. Bagaimana saya dapat mempercayai kata-katamu?”
Pendeta Tao tua melanjutkan, “Semua ada penyebabnya.” Kemudian dia menunjuk ke sebatang pohon yang terbungkus oleh banyak tumbuhan merambat yang tebal di halaman. “Lihat pohon itu,” katanya. “Mengapa kamu pikir pohon itu setengah hidup dan sedang berjuang dalam setiap pertumbuhannya?”
“Tanaman merambat yang melilit pohon menghalangi pertumbuhannya!” jawab Zhuge Liang.
“Tepat sekali! Pohon ini mengalami kesulitan untuk tumbuh di gunung cadas dengan tanah yang sedikit ini. Tetapi dia tetap tumbuh karena dia teguh untuk mengembangkan akar dan cabangnya. Dia tidak takut udara panas maupun dingin. Tetapi, ketika tanaman merambat membungkusnya, dia tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Lucukan bagaimana tanaman merambat yang lembut itu bisa mengalahkan pohon yang tinggi dan tegap itu!”
Zhuge Liang sangat pintar, jadi dia segera memahami apa yang dimaksud oleh Gurunya. Dia bertanya, “Guru, anda mengetahui kunjungan saya ke biara itu”
Pendeta Tao tua berkata, “Hidup di dekat air, seseorang akan mempelajari sifat alami ikan. Hidup di gunung, seseorang akan mempelajari bahasa burung. Saya telah mengamati kamu dan tingkah lakumu. Bagaimana mungkin hubungan asmaramu luput dari perhatianku?”
Dia berhenti sebentar sebelum memberitahukan muridnya dengan tatapan yang serius, “Biar kuberitahu kamu kebenaran mengenai wanita cantik itu. Dia bukan manusia. Dia adalah burung bangau dewa di surga. Dia telah diusir keluar dari istana langit sebagai hukuman karena telah mencuri dan memakan buah persik Ratu Langit. Dia datang ke dunia manusia dan menjelma menjadi seorang wanita cantik. Dia adalah bangau dewa yang telah rusak moralnya yang tahunya hanya mencari kesenangan. Kamu telah terpedaya oleh penampilannya, kamu telah menyia-nyiakan tidak hanya waktumu saja. Jika kamu membiarkan dirimu kehilangan kemauanmu, kamu akan kehilangan segalanya! Selain itu, jika kamu tidak menuruti kehendaknya, akhirnya dia akan menyakitimu.
Sampai waktu itu Zhuge Liang baru menyadari keseriusan dari petualangannya. Dengan cemas dia meminta gurunya cara mengatasinya.
Pendeta Tao tua berkata, “Bangau dewa tersebut mempunyai kebiasaan pada tengah malam menjelma kembali ke bentuk semulanya dan terbang ke sungai langit untuk mandi. Ketika dia menjauhi biara, kamu harus masuk ke kamarnya dan bakar jubahnya. Dia mencuri jubah tersebut dari Istana Langit. Tanpa jubah, dia tidak akan dapat menjelma menjadi seorang wanita cantik.
Zhuge Liang berjanji untuk mengikuti instruksi Gurunya. Sebelum ia pergi, Gurunya memberikan sebuah tongkat dengan ukiran kepala naga di ujung atasnya. Dia memberitahu Zhuge Liang, “Ketika bangau dewa tersebut mengetahui kebakaran di dalam biara, dia akan segera terbang kembali dari sungai langit. Dia akan menyadari bahwa kamu telah membakar jubahnya dan akan menyerang kamu. Ketika itu terjadi, kau harus memukulnya dengan tongkat ini! Sangatlah penting untuk kau ingat dan mengerjakan apa yang telah aku beritahukan kepadamu!”
Tengah malam, diam-diam Zhuge Liang pergi ke biara tersebut. Dia membuka kamar wanita itu dan menemukan jubahnya di atas ranjang. Dia segera membakar jubah tersebut.
Ketika bangau dewa sedang mandi di sungai langit, tiba-tiba dia merasa jantungnya sakit. Dia melihat ke arah biara dan melihat api. Dia segera terbang ke bawah dan melihat Zhuge Liang telah membakar jubahnya. Dia menghampiri Zhuge Liang dan berusaha menyerang matanya dengan paruh. Zhuge Liang mempunyai reflek yang cepat. Dia mengangkat tongkatnya dan memukul jatuh bangau dewa. Kemudian dia menangkap ekor bangau itu. Bangau dewa itu memberontak dan berhasil meloloskan diri, tetapi dia kehilangan bulu ekornya pada Zhuge Liang.
Dia menjadi seekor bangau dengan ekor botak. Dia menjadi malu dengan penampilannya, sehingga dia berhenti mandi di sungai langit. Dia juga tidak berani memasuki Istana Langit untuk mencuri jubah lagi, jadi dia tidak punya pilihan lain selain tetap tinggal di dunia manusia selamanya dan hidup diantara bangau biasa.
Untuk mengingatkan dirinya sendiri akan pelajaran ini, Zhuge Liang menyimpan bulu ekor bangau itu.
Sejak hari itu, Zhuge Liang menjadi semakin rajin. Dia akan menghafal semua yang diajarkan oleh Gurunya dan semua buku pelajaran. Dia benar-benar menyerap apa yang telah dipelajarinya dan dapat menerapkannya dengan mudah. Setahun telah lewat. Tepat pada hari ia membakar jubah bangau dewa setahun yang lalu, pendeta Tao tua memberitahukannya dengan sebuah senyuman lebar, “Muridku, kau telah belajar dibawah pengawasanku selama sembilan tahun. Saya telah mengajarimu semua yang harus kau pelajari dan kamu telah mempelajari semua buku pelajaran di sini. Ada sebuah pepatah, “Guru membawamu ke pintu masuk, dan terserah padamu untuk berlatih kultivasi.’ Sekarang kamu berusia 18 tahun. Sudah saatnya kamu meninggalkan rumah dan mengembangkan karirmu!”
Ketika Zhuge Liang mendengar bahwa ia telah menyelesaikan pendidikannya, dia memohon gurunya untuk mengajarinya lagi. “Guru! Semakin banyak saya belajar, saya merasa semakin rendah hati. Saya merasa masih banyak yang harus saya pelajari dari anda!”
“Pendidikan sejati berasal dari kehidupan nyata. Kau harus belajar menerapkan pengetahuanmu didalam kehidupan dan merancang pemecahan yang berbeda untuk situasi yang berbeda! Sebagi contoh, kau telah belajar sebuah pelajaran yang penting dari kunjunganmu dengan bangau dewa bahwa seseorang tidak seharusnya tergoda oleh nafsu atau perasaan. Ini adalah pelajaran berguna yang diperoleh dari pengalaman nyata. Dengan hal itu didalam pikiran, kamu tidak akan dibuat binggung oleh permukaan maya dari dunia ini. Berhati-hatilah dalam setiap tindakanmu. Kamu harus melihat segalanya dalam bentuk sejatinya. Ini adalah nasihat perpisahan saya kepadamu! Saya akan meninggalkanmu hari ini.”
“Guru, kemana Anda akan pergi?” dengan heran Zhuge Liang bertanya. “dimana saya dapat menemuimu atau mengunjungimu di kemudian hari?”
“Saya akan keliling dunia dan tidak akan menetap lagi.”
Tiba-tiba Zhuge Liang merasakan air mata yang hangat menetes dari matanya. Dia berkata, “Guru! Sebelum anda pergi, anda harus memberikan aku kesempatan untuk bersujud kepada anda dan berterima kasih kepada anda atas pendidikan yang anda berikan padaku!”
Kemudia Zhuge Liang bersujud kepada Gurunya. Ketika dia berdiri, Pendeta Tao tersebut telah menghilang.
Pendeta Tao itu meninggalkannya sebuah jubah dengan gambar patkwa. Zhuge Liang sering memikirkan Gurunya; karena itu, ia sering memakai jubah dengan gambar patkwa sebab memberikannya perasaan bahwa Gurunya berada di sampingnya.
Zhuge Liang tidak pernah lupa nasihat Gurunya, terutama nasihat perpisahannya. Dia membuat kipas dari bulu ekor bangau dewa untuk mengingatkan dirinya sendiri untuk sangat berhati-hati seumur hidupnya. Ini adalah cerita dibalik kipas bulu terkenal yang dibawa oleh Zhuge Liang.

Baca Deh……..

Posted in AtriAbirama berkata......., Filosofi hidup..... on January 10, 2009 by atriabirama

Tadi siang, ak liat film, trus diantara banyak adegan2 yg gak penting, ada beberapa dialog yg cukup mengena. Ini filmnya tentang pukul2an, mungkin temen2 yg hobinya nonton, pasti udah tau film apa.

dialog yg menarik (dalam bahas indonesia ya, ak gak iso bahasa inggris!) :

Dia bilang bahwa kalo hidup ini bukan tentang seberapa keras kita bisa mumukul, tapi seberapa tahan kita bisa menerima pukulan keras dan terus maju menghadapinya.

Secara ini film tentang pukul2an. Analoginya ya pake  tinju2. Ya itu gak penting, tapi intinya bahwa hidup ini bukan bagaimana kita bisa berhasil meraih sesuatu, tapi bagaimana kita bisa menerima kegagalan dan bangkit untuk terus maju meraih kesuksesan.

Memang gampang ya buat dikatakan, tapi susah buat dilaksanankan. Huh, ak sedang berusaha jadi manusia yg bisa menerima kegagalan, dan bisa cepat bangkit buat memulai lagi. Buat kalian juga yg mungkin baca, kita tidak bisa menilai seseorang saat dia itu dalam puncak kesuksesan, kita bisa menilai orang itu saat dia sedang mengalami kegagalan, karena yg membedakan manusia satu dengan manusia lainnya adalah sikap kita saat kita sedang ada di bawah ato sedang gagal.

semoga berguna……….

One Down, One To Go… (obgyn selesai, tht menanti!!!)

Posted in AtriAbirama berkata......., KoAss on January 9, 2009 by atriabirama

Akhirnya selesai juga stase ini, stase obgyn ato lebih dikenal stase ilmu kebidanan dan penyakit kandungan. Lega rasanya, 8 minggu penuh dengan teriakan bayi. Ada yg menarik dari stase ini, disini, tangisan bayi adalah sesuatu yang sangat dicari dan disukuri kalo sampe terjadi, padahal kalo kita lagi dirumah, kadang2 ada anak nangis, malah dijewer sama ibunya. termasuk saya dulu, sering dijewer sama ibu, tapi bukan karena nangis, tapi karena bandel. hehehe….

Selama 8 minggu ini, ak banyak menghabiskan waktu diluar kota. Selama itu juga, di kalenderku, gak ada yg namanya tanggal merah. Semuanya hitam, alias gak ada libur. termasuk pas kemaren liburan akbar di akhir tahun. Ketika semua orang asik mencari tempat berlibur, ak  malah sibuk menjaga ibu2 yang mau melahirkan. Rasanya pengen banget libur, yah, tapi kalo dipikir lagi, inilah jalan buat jadi dokter, inilah jalanku, jadi ak juga harus semangat.

Untungnya jaga kamar bersalin juga ada senengnya, ak bisa mainan bayi yang baru lahir, lucu deh liat mereka, apalagi ada yg lahir kembar identik, pas yg satu ngapa yg satunya ngikutin. hehehe lucu. Bentuk kepalanya juga lucu lho. Salah yang bikin ak bisa obgyn ya liat bayi2 yg ak tolong pas lahirnya sehat, trus bisa bergerak2 lucu gitu. Rasanya puas bisa membantu lahirnya dia, semoga dia bisa jadi orang berguna.

AKU BERUSAHA UNTUK TIDAK MENUSUK ORANG DARI BELAKANG…..

Akhir kata, selamat tinggal obgyn, aka sekarang mau mencari ilmu lain dari bidang yang lain, dan berharap bisa jadi dokter yang baik. AMin.

NB:

tau lagune yang lirikanya persahabatan bagai kepompong??

habis jadi kepompong, trus jadi kupu2 trus jadi ulat lagi, trus jadi kepompong lagi???? HAHAHAHAHAHAHA

HEHEHEHEHE……… Lulus juga akhirnya…….

Posted in AtriAbirama berkata......., KoAss on November 25, 2008 by atriabirama

Wakakakaka, cerita  ini dimulai dari keraguan semua orang dalam ujian interna kemaren. Semua orang, termasuk diriku sendiri. Keraguan dalam diriku semakin bertambah, pas sudah selesai, temen2 pada bahas soal dengan hebohnya, dan ternyata kok jawabanku agaknya banyak yg beda ya???? Semakin memantapkan diri untuk remedi Interna.

Yup, tapi semua itu terjawab sudah. tadi siang tepatnya ketika ak lagi di poli ObGyn, nulis register status, seorang teman bernama Drs. H. La Ali Adnan, M.Sc, Ph.D (bukan gelar sebenarnya) nagih minta makan2 sama diriku ini. Pertama, kupikir ini berkaitan dengan ulangtaunku yg sudah lama berlalu, tapi ternyata tiba2 dia bilang, selamat anda sudah Sp.PD!!! Ak kaget, “hah, emang wes metu bijine?”, “kowe lulus ra nan?” ternyata kita berdua lulus. hehehe. Hiphip Huraiiii Hiphip Huraiiii.

Nah yg lebih aneh lagi, ternyata ak lulus dengan nilai yg cukup mengejutkan. Nilainya sama kayak punya Prof. Rasco Sandy, Sp.M (K). Wah keren juga ternyata diriku ini. Yah, yg lebih menyenangkan lagi, ternyata hampir semua temen2ku pada lulus, kan Asisk, pada lulus bareng2. Gak perlu ada ngulang2 lagi.

Okee, segitu aja, ak cuma pengen berbagi kabar gembira ku ini kok. hehehehe…….

Lihat, trus dibaca, diresapi, somoga berguna.

Posted in AtriAbirama berkata......., Filosofi hidup..... on November 19, 2008 by atriabirama

Baru2 ini, saya mendapat email dari seorang sahabat yang isinya sebagai berikut, ak mau kalian semua baca, karena hal ini cukup penting menurutku. Selamat membaca…….

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

 

 

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.


Pemuda          : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya?

Kyai                  : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda          : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai                 : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda          : Saya ada 3 pertanyaan:

(1)    Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya?

(2)    Apakah yang dinamakan takdir?

(3)    Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?


Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.


Pemuda          : (sambil menahan sakit) Kenapa ? anda marah kepada saya?

Kyai                  : Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda          : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kyai                  : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda          : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kyai                  : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda          : Ya!

Kyai                  : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda          : Saya tidak bisa.

Kyai                  : Itulah jawaban pertanyaan pertama. Kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai                  : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda          : Tidak.

Kyai                  : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?

Pemuda          : Tidak.

Kyai                  : Itulah yang dinamakan takdir.


Kyai                  : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda          : Kulit.

Kyai                  : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda          : Kulit.

Kyai                  : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda          : Sakit.

Kyai                  : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Ada satu lagi nih……………………………….

 

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari
perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut
yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal
Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar.
Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai
suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir
bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil
menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini
bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh

masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangka n sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini
penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa
kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia
untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika
kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam?
Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. “

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak
masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang
menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa
diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi
tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..
ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa
ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa
kamu ikut juga?”


Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang
si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di
luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun

Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang,

maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab,
ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang

bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,
kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat
kami menjalani hidup ini.”

Salam dari Kasih sayang

9 November………………….

Posted in AtriAbirama berkata......., Filosofi hidup..... on November 12, 2008 by atriabirama

Kemaren, tepatnya 9 november 2008, ak genap hidup selama 23 tahun di dunia.

23 tahun yg lalu, tepatnya tanggal 9 november 1985, lahir seorang bayi laki-laki dari pasangan yg berbahagia saat itu, Ir Parseno dan Dra Rosita M, Apt di RS bersalin Bethesda, sebelah selatan stasiun lempuyangan. Banyak harapan yang dijatuhkan pada anak pertama, yang juga sekaligus cucu pertama dari Bpk dan Ibu Suripto, SH.

OIA, bayi itu diberi nama yang sangat keren menurutku, ATRIA ABIRAMA yg artinya Atria: diambil dari rasi bintang pada bulan itu, letaknya sama dengan rasi scorpio, Abirama: halus tutur katanya. Itu namaku dari lahir sampe sekarang, 9 november 2008.

Hari ulang tahunku kali ini dibuka dengan pagi yg cerah. Ak memang sengaja gak pergi kemana-mana, karena pengen menikmati pertambahan ini dirumah. Jalan Lodan 8, rumah ku sejak ak masih dalam kandungan ibuku sampe sekarang. Siang, ak terpaksa pergi ke kampus, karena bakalan ada pembahasan soal buat persiapan ujian interna. Di keluargaku, ulang tahun bukanlah sesuatu yg harus dirayakan secara besar, ato malah tidak pernah dirayakan. Kita hanya makan di rumah, ato pergi, tapi tidak dengan maksud merayakan ulang tahun. Bapak dan Ibu melihat ulang tahun justru sebagai renungan atas apa yang telah dilakukan, sedang dilakukan, dan akan dilakukan. Tidak ada kado selain doa, tidak ada suprise dari orang tua maupun saudara.

Kembali ke siang tadi, ternyata, temen2 itu inget hari ulang tahunku, jadilah ak dapet kue, bergambar bola, dengan warna PINK!!! hahahaha, liat bentuknya aj lucu. Yah, yg penting niatnya toh, ak merasa tersanjung juga pada inget hari ulang tahunku. Thanks ya. gak cuma sampe disitu, ternyata, masih ada perang air, bajuku basaha, padahal itu lgi ujan, gak basah aja nantinya juga keujanan.

huh, ujian interna menghadang, asem tenan, ternyata ak masih bodoh. Banyak materi yg belum ak bisa.  Belajar aja sebisanya, masalh hasil belakangan. Tapi toh belajar itu memang banyak godaannya, mulai  maen game, sampe baca komik, jadi belajar juga gak begitu efektif. Malemnya, anak2 pergi ke rumah, bawa kado, hehehe, senengnya hati ini, akhirnya ada juga yg memberikan kado untukku.

Ujian Interna, soalnya tidak susah, tapi banyak terdapat jebakan2 mematikan, yang bisa bikin kita menyesal telah memilih jawaban yg salah, padahal kita tau jawaban yg bener. Oh tidak, ak terjebak di banyak soal, mana waktunya gak jelas lagi, kadang cepet, kadang lambat. Gak konsisten!!!! Setelah ujian tulis selesai, masihlah ujian managent pasien. ternyata Pasien boongan memang jauh lebih sulit dibandingkan pasien asli, karena mereka tidak mengeluh jika tidak ditanya. Huh, ak juga lupa melakukan beberapa hal, yg walopun tidak fatal tapi penting dilakukan.

Yup!! tapi sekarang ujian udah selesai. gak ada lagi begadang buat belajar, yg ada begadang buat ngegame!!! Hidup CALL of DUTY 4.

BBM turun!!![demi rakyat ato demi diri sendiri?]

Posted in AtriAbirama berkata....... on November 6, 2008 by atriabirama

Tadi sore, ak lihat berita, bahwa Presiden kita tercinta menurunkan harga premium sebanyak 500 rupiah, dengan alasan harga minyak dunia lagi turun hingga angka 80 dollar per barrel.

Menurutku alasan itu cenderung dibuat-buat, karena penurunan harga minyak ini dikarenakan krisis ekonomi dunia ini gak bakal bertahan lama, setelah perekonomian dunia membaik, pastilah harga minyak akan ikut terseret naik. Apalagi kebijakan subsidi ini membuat orang indonesia menjadi manja, dan haus aka subsidi. Alasan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil itu agak omong kosong, karena rakyat kecil itu untuk makan aja dah susah, kenapa mikir beli premium???? Aneh kan. Oia, besok pas harga minyak melambung lg, pemerintah pasti akan terpaksa menaikkan harga minyak lagi yg bakalan menimbulkan konflik yg sebenernya sudah terjadi sewaktu penaikkan harga minya yg pertama.

Ak sedikit curiga bahwa penurunan harga premium ini digunakan untuk mendongkrak popularitas SBY, berhubung sebentar lagi kan bakalan ada PEMILU, SBY masih pengen menikmati kursi RI 1.

Ak bukannya gak seneng kalo harga-harga jadi murah, tapi ak pengen harga murah itu karena memang muarh, bukan murah palsu karena kena subsidi. Subsidi yg jumlahnya bertrilyun rupiah ini lebih bermanfaat jika digunakan untuk menigkatkan mutu pendidikan, terutama daerah pedalaman, sehingga semua anak bisa sekolah plg tidak sampe lulus sma.

yah kira-kira itulah yg ada dalem pikiranku pas denger harga minyak diturunkan, semoga yang terbaik terjadi pada tanah air INDONESIA ini.

MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Internoid week 10

Posted in AtriAbirama berkata......., KoAss on November 6, 2008 by atriabirama

Ni minggu ujian stase interna. PUSING!!!!! Masih kurang refleksi 1, sama tutorial 1. untung sekarang dah lunas, yg jadi masalah, kita semua ketahuan titip absen. Sial!!!!
Eh ada yg seru dari refleksi terakhir ini, dr. Johan minta kita belajar aj, gak usah nyiapin kasus kayak biasanya. Materinya hematology!!! kayak kesamber gledek pas denger itu. Soalnya, hematology adalah ilmu yg sangat sacral, kalo kita gak sungguh2 belajar, gak bakal donk, orang ak aj dengan kemampuan otak pas2an dan gak pernah belajar gak donk!!! Hehehe.
Rabu siang kemaren, kita menghadap. Kita dah mempersiapkan muka buat dicaci, trus mempersiapkan senyuman yg sangat manis, siapa tau dr. Johan luluh pas liat senyum kita. Eh ternyata kita Cuma disuruh kasih email, beliau bilang kalo nanti soalnya bakal dikirim lewat email. Mulailah kita nulis alamat email masing2. masih inget gak kalo waktu smp ato sma kita belajar bikin email, pasti kita bikin pake nama yg aneh2 kan, kebanyakan ada kata MANIEZ ato CUTE, hehehe, ternyata temen2 masih belum ganti email. Mereka masih pake email mereka yg dulu. Dr. johan aja sampe susah ngeja tulisannya, karena pake bahasa yang aneh2. hehehehe.
Ternyata, email masuk malem sekitar jam 7, pas ak mau coba buka, karena emailnya gak ada di inbox, paniklah ak, mulailah aksi telp sana, telp sini, ternyata setelah mereka ngecekdi email masing2 gak ada juga. Nah timbul pikiran2 aneh bahwa kita berempat besok bakalan dimarahi. (ak membayangkan dimarahi model tentara gitu!). hmm, instingku bekerja nih, “coba tak liat di spam ah!”. Pas ak buka, sumringahlah hati, ternyata email keramat itu ada didalem, tapi kenapa masuk spam ya???? Aneh. Pas mau tak download, error kompinya, brengsek tenan, cobaannya banyak bgt sih. Huh untungnya akhirnya bisa dibuka juga.
Dug…..dug….dug, ak setengah berharap kalo soalnya bakalan gampang gitu. Eh ternyata dapet 5 soal, semuanya susah. Ak dah berusaha berpikir memeras otak sampe dah gak ada isinya juga tetep aja masih belum tau jawabnya. Untung ada macan kampus yg membantu. Sang koass pato ini ternyata ahli juga hematology. Dengan arahan dan bimbingannya, maka terjawablah sudah semua soal yg diberikan. Masalahnya gak selesai disitu, karena ak juga harus bikin alas an kenapa ak milih itu. Sebenernya ak pengen bilang sama dr. johan kalo ak jawab itu karena insting, tapi ak pasti bakalan kena jitak di kepala. Singkat kata, ak berhasil memainkan kata2 sehingga terbentuklah jawaban yg cukup panjang.
Siangnya kita menghadap beliau, hmmm, dia mulai bertanya pada kita semua. Kenapa kita gak milih yg ini, kenapa milih yg itu. Semua jawaban sudah ditata dengan rapi di kepala akhirnya menguap juga, karena situasi yg cukup menegangkan. Untungnya beberapa jawanban dari temen-temen cukup memebuat beliau takjub dan berpikir “yg satu ini kok gak pernah jawab ya??? Dari tadi Cuma senyum2 aja gak jelas. Mungkin gak kuat kali ya IQnya.” Nyerah juga akhirnya dr. johan menghadapi senyuman rahasiaku yg ditambah tampang memelas, ditandatanganilah buku kita, trus disuruh pulang dengan damai. Yah akhirnya, 9 minggu yg penuh ketegangan selesai juga. Tinggal nuggu ujian sekarang. SEMANGAT!!!!!