Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

Posted in Uncategorized on November 2, 2009 by atriabirama

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar’na waktu ini yang ‘kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S’moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar’na hari ini yang ‘kan kita rindukan
Di hari nanti…

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

Notes ku kali ini aku buka dengan sebuah lagu dari Sheila On 7, Band favorit ku……
judulnya sebuah “kisah klasik untuk masa depan”, ak denger lagu ini pas lagi jaga hari jumat kemaren secara tidak sengaja…. pas itu temen2 semua lagi ngomongin tentang masa depan dan masa lalu, gak terasa perjalannan kita semua sebagai seorang dokter sudah hampir selesai. Perjalanan semala 5 tahun lebih, dengan segala halangan rintangan yang ada.
tapi di note ini ak mau konsentrasi pada masa2 koasistensi, dimana masa itu sangat berkesan bagiku.
Disana ak bertemu banyak orang dengan kepribadian yang berbeda-beda, mulai dari yang ultra rajin sampai ultra pato, mulai dari yang Manikom sampe yang antikom, dan lain sebagainya…
yang jelas, ak banyak belajar dari semuanya bagi yang aliran kanan maupun kiri.
Ak juga meras beruntung ada dikelompok ini, dimana tidak ada saling membunuh antar satu teman dengan lainnya, saling menjaga, mem-back up, walopun untuk beberapa oknum tertentu yang tidak sadar diri karena telah dibantu bikin sebel juga, tapi yah itulah hidup dengan orang lain, ada banyak sifat, dan tentu saja kita gak bisa cocok dengan semua, tapi overall, kita merupakan kelompok yang solid.
itu dari segi kerja sama tim-ya, karena menurutku, jadi dokter bukan otak yang utama, tapi kerjasamalah yang utama, apalagi kalo ada dokter yang sampae menjatuhkan temannya sendiri untuk mencapai keinginannya, buat ak, dia pastilah bukan dokter yang baik. menusuk dari belakang, supaya dirinya bisa maju kedepan…. itu dokter bangsat…. yah untunglah di kelompokku gak ada orang seperti itu, ak percaya mereka semua bisa jadi dokter yang baik.
dari segi yang lain, otak, tentu saja jadi dokter juga gak boleh bego!!!!, dan anehnya di kelompokku itu isinya bukan orang bego, semuanya pintar, cuma gak terlihat aja kalo dari luar. setelah kita kenal, kita pasti akan takjub, mereka semua pintar, dalam bidang dan caranya sendiri. that’s great.
yah hari ini satu hari setelah stase ku selesai, ak berpikir, ini bukan akhir, tapi ini awal buat ak dan teman2ku, untuk menghadapi tantangan hidup baru, di dunia nyata, diman kita tidak bisa lagi bergantung dengan orang lain.
Ak bakal terus mengingat masa2 ak koasistensi, mulai dari ujiannya, bolosnya, ngobrol2 gak jelas, dll.
buat semua temanku di kelompok (lali), ak berdoa semoga kita semua menjadi apa yang kita cita2kan, yang pengen cari jodoh cepet dapet jodoh, yang pengen nikah, cepet nikah, yang pengen sekolah lagi, cepet sekolah lagi, yang pengen kerja, cepet dapet kerja, dan lain sebagainya……

kata terakhir di note ini, sukses buat kita semua, semoga kisah kita ini menjadi kisah klasik yang indah dan bisa kita kenang untuk selamanya………

Protected: Kamis, 22 Okt. 2009, jam 18.11….

Posted in AtriAbirama berkata....... on October 22, 2009 by atriabirama

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Protected: what do i feel tonight (1 Okt 2009; 21:55)

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on October 1, 2009 by atriabirama

This post is password protected. To view it please enter your password below:


GEMPA dalam opini saya….

Posted in AtriAbirama berkata......., Politik on October 1, 2009 by atriabirama

hmm, entah kenapa akhir2 ini banyak gempa, sepertinya memang bumi indonesia ini sedang melepaskan ketegangan yang sudah lama dia tahan di dalam bumi…. atau ada juga yang bilang ini karena manusia indonesia sudah banyak dosa, sehingga diingatkan oleh Allah dengan gempa. tapi dari sisi IPTek, (saya paling setuju dilihat dari sisi ini) memang indonesia merupakan negara yang bakalan didera gempa selama terus menerus, setiap saat, karena negara kita tercinta ini dijepit oleh berbagai lempeng benua, sehingga gak cuma gempa, tsunami juga bakal jadi langganan indonesia buat kedepan.

Mungkin ini yg disebut sebagai Allah Maha Adil, kita diberikan hidup di negara yg sangat subur, kaya dengan berbagai sumber daya alam. Bahkan ada yg samapai bilang kayu ditanam aja bisa jadi tanaman (rodo berlebihan sih!). tapi mungkin itu menggambarkan Indonesia dengan kesuburannya. Petani bisa panen hingga beberapa kali dalam satu tahun, kalo gak subur apa namana?? dari segi kekayaan alam (sumberdaya alam maksudnya), kita dikarunia-i dengan berbagai hasil bumi dari minyak bumi, batu bara, gas alam, mineral tambang seperti emas, perak, timah, tembaga dll yang jika kita kelola bisa menjadikan kita negar yg sangat kaya….

Tapi semua hal diatas memang ada kompensasinya, atau malah sebuah kompensasi dari seringnya bencana alam (GEMPA) yang terjadi di indonesia. Gempa sendiri terjadi karena pergeseran lempeng bumi, kalo kalian pernah baca, kita ini mengijakkan kaki dilempeng eurasia, sedangkan lempeng australia (kalo gak salah ato lempeng samudra hindia) terus mendesak lempeng eurasia yang kita injak ini dari arah selatan. Bukti paling gampang dari desakan ini adalah adanya bukit barisan yang ada di sepanjang pulau sumatra. lempeng yang berasal dari selatan ini mendesak lempeng eurasia sebesar kira2 2-6 cm pertahun, dan ketika lempeng ini tidak stabil karena terdesak terus, dia akan berelaksasi menimbulkan gempa…. yah, tentu saja tidak ada yg percuma di alam ini, bahkan pergeseran tadi yg menimbulkan gempalah yg membuat bumi indonesia ini kaya akan tambang2 mineral seperti emas, temabga, dll…..

Pemikiranku adalah jikalau semua uang hasil penambangan ini masuk kedalam kantong orang indonesia, bukan kantong orang asing, kita mungkin bisa sedikit berharap bahwa infrastruktur yg kita bangun sesuai dengan standar keamanan, karena kita tidak bermasalah dalam pembiayaan yang memang lebih mahal untuk membentuk sebuah konstruksi tahan gempa.Dengan konstruksi yang kuat, paling tidak kita bisa menyelamatkan banyak orang karena bangunan yang kita bangun tidak mudah hancur karena gempa. Tapi sepertinya kenyataan tidak demikian, kerena tambang2 potensial kita banyak dikuasai orang asing (dengan kedok operator dan bagi hasil)… otomatis rakyat indonesia tidak bisa atau sedikit sekali bisa menikmati hasil kompensasi dari bencana yg dialaminya…

yah ini cuma buah pikiran liar dari seorang mahasiswa kedokteran yang gak tau apa2…
tapi menurut saya, kita sebagai bangsa indonesia harus bergerak membantu sodara setanah air kita dulu sebelum menilik ke sodara2 yang laen..

KEbahagiaanmu…

Posted in AtriAbirama berkata......., Filosofi hidup..... on August 13, 2009 by atriabirama

Everybody’s looking for that something

One thing that makes it all complete

You’ll find it in the strangest places

Places you never knew it could be

Some find it in the face of their children

Some find it in their lover’s eyes

Who can deny the joy it brings

When you’ve found that special thing

You’re flying without wings

Some find it sharing every morning

Some in their solitary lives

You’ll find it in the words of others

A simple line can make you laugh or cry

You’ll find it in the deepest friendship

The kind you cherish all your life

And when you know how much that means

You’ve found that special thing

You’re flying without wings

So, impossible as they may seem

You’ve got to fight for every dream

Cos who’s to know which one you let go

Would have made you complete

Well, for me it’s waking up beside you

To watch the sunrise on your face

To know that I can say I love you

In any given time or place

It’s little things that only I know

Those are the things that make you mine

And it’s like flying without wings

Cos you’re my special thing

I’m flying without wings

And you’re the place my life begins

And you’ll be where it ends

I’m flying without wings

And that’s the joy you bring

I’m flying without wings

Ini lagu yang sangat keren, yah setidaknya menurutku, baru beberapa bulan ini ak melakukan riset dan interpretasi terhadap lagu ini, padahal nyanyi2 dah dari jaman SMP (rahasia lho!!! Dulu termasuk anti boyband, padahal koleksi lengkap.. hahahaha)

Tapi itu tidak penting. Yang penting adalah makna lagunya, bukan tentang cinta2 lho, yaaah, walopun memang sih arah lagunya kesana, tapi kita harus bias melihat dari sisi yang lain, selain cinta2an maksudku.

Menurut interpretasiku:

Setiap orang itu punya tujuan hidup-nya masing2. Tujuan yang ketika itu tercapai, bakal membuat orang tersebut mendapatkan kebahagiaan yang hakiki  (halah bahasa-ne) di lagu ini digambarkan sampai bisa terbang gak pake sayapà kalo naek pesawat terbang juga kita gak pake sayap to?? Helicopter??? Hahahaha….. sayangnya gak setiap orang tau apa yang membuat dirinya bahagia, bahkan kadang ada orang yang mengira dirinya bisa bahagia jika mndapatkan sesuatu yang sudah lama diimpikannya ternyata setelah impiannya tercapai, hal itu tidak membuatnya bahagia……..  mau bahagia wae kok susah!!!

Sapa bilang susah??? Enggak!!!! Kita Cuma harus tau apa yang membuat kita bahagia dalam artian benar2 bahagia…. Terdengar klise, tapi setidaknya menurutku itu yang bener. SETIAP ORANG BERHAK BAHAGIA DAN SETIAP ORANG PUNYA CARA DAN METODE SENDIRI UNTUK BAHAGIA!!!             (salam artian positif ya…)

Hmmm… buat ak pribadi, ak punya rencana, yang menurutku bias membuat ak bahagia ketika berhasil mencapainya, tapi toh, kita gak tau apakah kita bahagia jika kita berhasil mencapainya??? Siapa yang tau?

Walopun besok ketika ak mengapai impianku, ternyata ak gak bahagia, ak gak menyesal, karena ini pilihanku, begitu juga kalo ak gagal ak tetap kecewa, tapi masih bias menerima, karena, sekali lagi, ini adalah pilihan yang ak ambil sendiri.

Well, for me it’s waking up beside you

To watch the sunrise on your face

To know that I can say I love you

In any given time or place

It’s little things that only I know

Those are the things that make you mine

And it’s like flying without wings

Cos you’re my special thing

I’m flying without wings

And you’re the place my life begins

And you’ll be where it ends

I’m flying without wings

And that’s the joy you bring

I’m flying without wings

CARILAH KEBAHAGIAANMU SENDIRI………………..

Bukan orang pengecut!!!!

Posted in AtriAbirama berkata......., Politik on July 26, 2009 by atriabirama

Beberapa hari yanglalu, kalo gak slah sih hari jumat, ak punya rencana maen tenis bareng teman2 seperjuangan, nah ternyata cuaca agak tidak bersahabat, gerimis dan mendung, akhirnya kita putuskan buat nonton bioskop wae. Kebetulan ono film baru “Public Enemy”. Pertama masuk, wah film action ki…..dan memang benar, isinya tembak2an dan lumayan banyak bertaburan, tapi bukan filmnya yang meh tak bahas…. Tokoh disitu ada yang namanya John Dillinger (moga2 ra salah tulis). Dia adalah seorang perampok bank di amerika tahun 30-an. Saat itu dunia lagi krisis global. Apa sih yang menarik dari dia?? Dia disitu jadi perampok, bunuh orang sak penakke dhewe. Jan ra ono api-e sama sekali. Sekarang coba kita liaht dari sisi yang berbeda………… Sebagai seorang penjahat kelas kakap yang bisa mencari perempuan manapun di dunia pada masa itu, dia sangatlah setia, dan memegang teguh janjinya. Ini satu poin positif, tapi bukan ini titik beratnya. penasaran??? Yang ak mau soroti adalah sikapnya ketika merampok bank dia sama sekali gak menggunakan topeng. dia gak khawatir dirinya diketahui banyak orang. Yah mungkin teknologi dulu belum semaju sekarang, tapi toh sikapnya yang gak pengecut itu patut diacungi jempol. Berkebalikan dengan penjahat2 di Indonesia, semuanya pengecut, terutama otak pelakunya. Mereka gak berani mengakui perbuatannya, dan tidak berani mengatakan tujuannya apa melakukan tindakan bangsat itu, sikap ini bener2 pengecut. Terakhir, jaya INDONSIA, kita harus tetap bersatu….., jangan sampe terpecah belah, karena memang itu tujuan manusia tidak bermoral tersebut.

Jinguk……. Sebuah pelepas Stress…..

Posted in AtriAbirama berkata......., KoAss, Uncategorized on July 19, 2009 by atriabirama

Hahaha…. Gak kerasa dah setahun lebih ak menjalani dunia per-Koass-an, gak terasa waktu berjalan. Dulu pas pertama kali memulai koass, sempat berpikir, wah iki bakalan melelahkan, trus sekarang dah tinggal 2 stase lagi, mikir lagi, lah kok tinggal 2 stase, kayaknya baru kemaren. Pertama kali masuk masih jadi koass lugu, polos, taat peraturan, rajin belajar, sekarang jadi koass yang udah tau caranya mbolos, caranya bikin status bayangan, dan segala trick2 lainnya. Dulu waktu pertamakali Manikom (maniak Kompetensi), sekarang jadi Minikom (minimal Kompetensi), sekarang sedang berusaha mencegah agar gak jadi Antikom (anti Kompetensi).

Hmmmm, tapi ternyata setahun itu gak lama, Cuma kemarena sore aja kayaknya…………

Karena selama koass kita hanya berkutat dengan teman satu kelompok aja, maka setiap kelompok ini punya cirri khas tertentu, ada yg kompak bgt, ada yang biasa aja, ada juga yg kelihatan kompak, tapi sebenernya perang dingin didalamnya. Ada personal-personal yang jadi musuh public karena sering bolos dan merepotkan temen kelompoknya (pato kiri), tapi sebaliknya, ada juga yang jadi musuh public karena kerajinannya, jadi temen2nya gak kebagian kompetensi apa2 (pato kanan). Semua itu lika-liku dalam dunia koass.

Khusu untuk kelompokku, ak bersyukur bias punya kelompok yang seperti ini, mereka tidak rajin, tapi juga tidak males, mereka juga mau berbagi, gak egois. Pokoknya okelah……. Dikelompokku, ada kata yang sangat popular, kadang kita ucapkan saat stress. Kata itu adalah JINGUK!!!! Entah kenapa pas ada masalah, trus ngomong itu, rasanya yah berkurang sedikitlah. Bukan maksud berkata kotor, tapi yah enak aja…….

Besok selasa mulai stase anak. Kayakna bakalan banyak kata2 jinguk bertebaran, mengingat gossip yang beredar tentang stase ini. Tapi yah mungkin 2 bulan akan berlalu dan tidak terasa sama sekali. Kita lihat aja nanti…..

JINGUK!!!!!……………

Pemerintahan Baru……

Posted in AtriAbirama berkata......., Politik on July 8, 2009 by atriabirama

Tadi pagi, semua rakyat indonesia telah mendapatkan Haknya untuk memilih pemimpin yang akan memimpin untuk 5 tahun ke depan. Walaupun pali belum diketok, nampaknya sudah hampir pasti bahwa pemilu presiden kali ini aka berjalan 1 putaran saja dengan kemenangan bapak SBY.

Jujur, saya bukan pendukung bapak SBY. Kenapa? Saya melihat pemerintahan beliau 5 tahun terakhir ini terlalu banyak dicampuri oleh kepentingan partai pendukung, sehingga beliau harus menyenangkan banyak partai yang mendukungnya sewaktu pilpres yang lalu. Dalam hal ini termasuk juga bagi2 jabatan, walaupun orang yg diberi jabatan tidak cakap dalam melaksanakan tugsnya sebagai pembantu presiden. Selain itu, sikapnya terhadap intervensi asing terlalu lunak (menurut saya). Bukannya saya pengen perang ato gimana, tetapi kedaulatan kita memang harus dijaga. Mungkin kalo mau berpikir lebih ekstrem lagi, walaupun didalam negeri kita bobrok, tetapi diluar negeri kita harus terlihat solid, sehingga kita tidak disepelekan oleh negara lain. kita juga masih kurang berdiri diatas kaki sendiri, dan tidak menjadi tuan rumah dinegara sendiri, walaupun dalam 5 tahun ini, terjadi perbaikan. Terkait juga dengan cara kampanyenya yang menggunakan senjata penurunan BBM dan sembako sebagai peluru utamanya. Padahal kita tau harga minyak turun karena memang terjadi krisis keuangan global, sehingga harga minyak dan semabko dunia memang jatuh.

Diluar hal-hal diatas, saya banyak berharap pemerintahan beliau yang sekarang mengalami banyak perbaikan, seperti memilih menteri yang kompeten, tidak sekedar bagi-bagi jabatan, lebih berpihak kepada rakyat dan tidak hanya menyenangkan golongan2 tertentu. Yang lebih penting lagi, jaga kedaulatan negara kita, angkat harga diri kita dimata negara lain. Jangan sampai orang2 kita direndahkan tapi kita tidak bisa berbuat apa2.

Kenapa sekarang saya berharap banyak?? Pertama karena ini beliau menjabat presiden yang terakhir kalinya, sehingga tidak perlu takut membuat keputusan2 yang tidak populer, karena tidak perlu menjaga image buat pemilihan kedepan. Kedua karena partai yang mencalonkan beliau mndapatkan kursi terbanyak di parlemen sehingga kepemimpinan beliau diharapkan memperoleh dukungan penuh, dan tidak ada bagi jabatan lagi, yang kompeten dibidangnyalah yang mengisi jabatan tersebut.

Pokoknya pemerintahan ke depan dapat membuat indonesia kita tercinta ini menjadi negara yang mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya dan disegani oleh negara luar.

Seorang Introvert………….

Posted in AtriAbirama berkata......., Uncategorized on March 2, 2009 by atriabirama

famousintroverts

Kebanyakan orang cenderung menempatkan orang eksrovert lebih unggul disbanding introvert. Bahkan, kadang kita sampai berkata untuk menjadi orang yang sukses, jadilah orang yang ekstrovert, ato dengan kata lain introvert adalah buruk sedangkan ekstrovert adalah baik. Hal ini membuat orang2 introvert cenderung merasa putus asa, dan tergoda atau terpaksa untuk berubah menjadi orang yang introvert.

Orang ekstrovert identik dengan berhati besar, bersemangat, hangat, dan empati. Sebaliknya orang introvert digambarkan sebagi seseorang yang tidak dapar bergaul, pemalu, kaku, penyendiri, pendiam, dan pelamun.

Artikel yang ditulis oleh seorang introvert bernama Jonathan Rauch dengan judul Caring For your Introvert (http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch) mengubah semua anggapan yang selama ini dipikirkan oleh orang lain. Dia membuka mata orang banyak bahwa introvert itu tidaklah seperti yang biasa dituduhkan menurut penulis dalam beberapa penelitian, kaum introvert memproses informasi dengan cara yang berbedadari orang pada umumnya. Semua orang telah setuju bahwa ekstrovert merupakan orang yang mudah dipahamikarena mudah mengungkapkan diri, tetapi kaum eksstrovert justru terpacu karena keberadaan orang laindan menjadi layu bila sendirian. Kaum introvert setelah bersosialisasi bebrapa jam perlu meluangkan waktu untuk sendirian. Hal ini bukanlah anti social, bukan gejala depresi, dan tidak membutuhkan pertolongan medis. Bagi kaum introvert, menyediri itu sama menyenagkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Jika orang salah memahami, orang2 cenderung memberikan cap negative dan menempatkan dia di tatanan pergaulan yang salah.

Menurut seorang ahli psikologi, orang introvert dapat sukses dalam bidang yg dia geluti asal memiliki motivasi diri, manajemen diri, self awareness, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg merupakan introvert.

Kaum introvert memang tidak pandai berkomunikasi, sehingga potensi yg dimilikinya tidak terlihat segera. Meski dewmikian, orang introvert dapat terbuka dan lepas ketika menemukan seseorang yg cocok dengan dirinya. Tidak seperti orang ekstrovert yang bias berrgaul dengan siapa saja, orang introvert membutuhkan kenyamanan saat berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, orang ekstrovert berpikir ketika berbicara.

Jika ada teman atau keluarga kita yg termasuk orang introvert, perlu ddidukung dengan :

1. Menyadari bahwa introvert bukan pilihan, bukan gaya hidup, tetapi sebuah orientasi

2. Jika menemukan orang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata “hei, ada apa?” atau “ kamu baik-baik saja?”

3. Jangan juga berkata yang lainya.

Si Naga Tidur dlm cerita Red Cliff

Posted in AtriAbirama berkata......., Film on February 5, 2009 by atriabirama

Nama Asli : Zhuge Liang
Nama Lain : Zhuge Kongming
Julukan : Naga Tidur
Istri : Huang Yue Ying
Ayah : Zhuge Gui
Ibu : (hanya diketahui bermarga Zhang)
Paman :Zhuge Xuan
Saudara :Zhuge Jin (abang), Zhuge Jun (adik)
Sepupu :Zhuge Dan (adik)
Anak :Zhuge Zhan
Anak Angkat : Zhuge Qiao
Cucu : Zhuge Shang
Cucu dr anak angkat : Zhuge Pan
Kemenakan : Zhuge Ke
Mengabdi pada : Liu Bei, Liu Chan
Lahir : 181
Meninggal : 234

Zhuge Liang (Hanzi: 诸葛亮)(181–234) adalah seorang ahli strategi Tiongkok yang terkenal. Ia adalah ahli strategi bagi Liu Bei. Ia bernama lengkap Zhuge Kongming, juga dikenal sebagai Cukat Liang di kalangan Tionghoa Indonesia.
Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis kerana mengenangkan nasib rakyat di zaman peperangan itu, maka ia menghambakan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah “Longzhong Plan”, yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan dinasti Han yang telah rapuh.
Kebesarannya menyebabkan ia digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Zhuge Liang acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.

Zhuge Liang adalah ahli strategi militer dari negara Han pada zaman Tiga Negara (220-280 A.D.). Dia adalah ahli strategi yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Dia acapkali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.
Ketika Zhuge Liang berumur 9 tahun, dia masih tidak dapat berbicara. Keluarganya sangat miskin. Ayahnya menyuruh dia menggembalakan domba di dekat sebuah bukit di sebuah gunung. Di atas gunung ada sebuah kuil Pendeta Tao dimana tinggal seorang Pendeta Tao tua dengan kepala penuh dengan uban. Setiap hari Pendeta Tao tersebut berjalan-jalan santai di luar kuil. Ketika ia berjumpa Zhuge Liang, dia mencoba berkomunikasi dengan anak laki-laki tersebut dengan menggunakan isyarat tangan. Zhuge Liang juga senang “berkomunikasi” dengan Pendeta Tao tersebut dengan isyarat tangan. Pendeta Tao itu menjadi sangat menyayangi Zhuge Liang yang pintar dan menawan itu. Dia mulai mengobati masalah kebisuan anak laki-laki itu. Tidak lama kemudian Zhuge Liang bisa berbicara!
Zhuge Liang sangat gembira ketika akhirnya dia bisa bicara. Dia pergi mendaki menuju ke kuil Pendeta Tao tersebut untuk mengucapkan terima kasih. Pendeta Tao tersebut memberitahukannya, “Ketika kau pulang ke rumah, katakan pada orang tuamu bahwa saya mengangkatmu sebagai murid dan saya akan mengajari kamu membaca. Saya juga akan mengajarimu seni astronomi, geografi dan menerapkan teori Ying dan Yang di dalam strategi militer. Jika orang tuamu setuju, kamu harus hadir di sekolah setiap hari dan kamu tidak boleh membolos!”
Sejak saat itu, Zhuge Liang menjadi murid Pendeta Tao tua tersebut. Hujan atau terang, Zhuge Liang akan mendaki gunung untuk menerima pelajarannya. Dia adalah seorang anak yang sangat pintar dan rajin yang sangat serius dalam pelajarannya. Dia juga mempunyai daya ingat yang sangat tajam. Pendeta Tao tersebut tidak pernah harus mengajari segala sesuatunya sampai dua kali. Dengan sendirinya Pendeta Tao tersebut menjadi semakin menyayanginya.
Delapan tahun berlalu dengan cepatnya dan Zhuge Liang menjadi seorang remaja.
Suatu hari ketika Zhuge Liang seperti biasanya turun gunung, dia melewati sebuah biara yang telah ditinggalkan, terletak di tengah-tengah gunung. Tiba-tiba datang hembusan angin yang sangat kuat, diikuti dengan badai petir. Zhuge Liang tiada pilihan lain selain berlari masuk ke biara yang telah ditinggalkan itu untuk menghindari badai. Di sana ada seorang wanita muda yang belum pernah dijumpai keluar untuk bertemu dengannya. Dia memiliki sepasang mata yang besar dan alis yang tipis. Dia begitu cantiknya sampai-sampai Zhuge Liang hampir salah mengiranya adalah seorang dewi. Dia segera tertarik dengan wanita muda tersebut.
Ketika badai berhenti, wanita cantik itu menemui dia di depan pintu dan berkata padanya dengan tersenyum, ”Karena sekarang kita sudah saling berjumpa. Kamu bebas untuk mampir dan menikmati secangkir teh kapanpun kau ingin beristirahat dalam perjalananmu turun atau naik ke gunung.” Begitu Zhuge Liang berjalan keluar dari biara itu, dia merasa curiga. “Mengapa saya tidak mengetahui ada orang yang tinggal di biara ini sebelumnya?” pikirnya.
Sejak hari itu, Zhuge Liang mulai sering mengunjungi biara tersebut. Setiap kali wanita cantik itu selalu menghiburnya dengan ramah tamah. Dia memasak makanan yang enak untuknya dan selalu membujuknya untuk tinggal lebih lama. Setelah makan malam mereka selalu berbincang-bincang dengan seru dan bermain catur. Dibandingkan dengan kuil Pendeta Tao, biara tersebut bagaikan surga.
Selalu memikirkan wanita itu mengalihkan perhatiannya dari pendidikannya dan dia mulai kehilangan semangat untuk belajar. Dia semakin lama semakin kurang perhatiannya terhadap ajaran dari Pendeta Tao. Dia juga menjadi pelupa dan mengalami kesulitan dalam mempelajari buku pelajaran baru.
Pendeta Tao tua itu menemukan masalahnya. Suatu hari dia memanggil Zhuge Liang dan menarik napas panjang. “Lebih mudah menghancurkan sebuah pohon daripada menanam sebuah pohon!” ujarnya. “Saya telah menyia-nyiakan banyak tahun untuk kamu!”
Zhuge Liang menundukan kepalanya karena malu dan berkata, “Guru, saya tidak akan mengecewakan anda lagi atau menyia-nyiakan ajaran anda!”
“Saya tidak mempercaimu,” kata Pendeta Tao tua. “Saya tahu kamu adalah seorang anak yang sangat cerdas, karena itu saya ingin mengobati penyakitmu dan memberimu sebuah pendidikan yang layak. Delapan tahun terakhir ini kamu telah sangat dalam pendidikanmu, jadi saya berpikir bahwa kerja keras untuk mendidikmu adalah pantas. Tetapi sekarang kamu melalaikan pendidikanmu. Bagaimanapun pandainya kamu, kamu tidak dapat kemana-mana jika kamu terus-menerus seperti ini! Sekarang kamu berjanji padaku untuk tidak akan pernah lagi mengecewakan aku. Bagaimana saya dapat mempercayai kata-katamu?”
Pendeta Tao tua melanjutkan, “Semua ada penyebabnya.” Kemudian dia menunjuk ke sebatang pohon yang terbungkus oleh banyak tumbuhan merambat yang tebal di halaman. “Lihat pohon itu,” katanya. “Mengapa kamu pikir pohon itu setengah hidup dan sedang berjuang dalam setiap pertumbuhannya?”
“Tanaman merambat yang melilit pohon menghalangi pertumbuhannya!” jawab Zhuge Liang.
“Tepat sekali! Pohon ini mengalami kesulitan untuk tumbuh di gunung cadas dengan tanah yang sedikit ini. Tetapi dia tetap tumbuh karena dia teguh untuk mengembangkan akar dan cabangnya. Dia tidak takut udara panas maupun dingin. Tetapi, ketika tanaman merambat membungkusnya, dia tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Lucukan bagaimana tanaman merambat yang lembut itu bisa mengalahkan pohon yang tinggi dan tegap itu!”
Zhuge Liang sangat pintar, jadi dia segera memahami apa yang dimaksud oleh Gurunya. Dia bertanya, “Guru, anda mengetahui kunjungan saya ke biara itu”
Pendeta Tao tua berkata, “Hidup di dekat air, seseorang akan mempelajari sifat alami ikan. Hidup di gunung, seseorang akan mempelajari bahasa burung. Saya telah mengamati kamu dan tingkah lakumu. Bagaimana mungkin hubungan asmaramu luput dari perhatianku?”
Dia berhenti sebentar sebelum memberitahukan muridnya dengan tatapan yang serius, “Biar kuberitahu kamu kebenaran mengenai wanita cantik itu. Dia bukan manusia. Dia adalah burung bangau dewa di surga. Dia telah diusir keluar dari istana langit sebagai hukuman karena telah mencuri dan memakan buah persik Ratu Langit. Dia datang ke dunia manusia dan menjelma menjadi seorang wanita cantik. Dia adalah bangau dewa yang telah rusak moralnya yang tahunya hanya mencari kesenangan. Kamu telah terpedaya oleh penampilannya, kamu telah menyia-nyiakan tidak hanya waktumu saja. Jika kamu membiarkan dirimu kehilangan kemauanmu, kamu akan kehilangan segalanya! Selain itu, jika kamu tidak menuruti kehendaknya, akhirnya dia akan menyakitimu.
Sampai waktu itu Zhuge Liang baru menyadari keseriusan dari petualangannya. Dengan cemas dia meminta gurunya cara mengatasinya.
Pendeta Tao tua berkata, “Bangau dewa tersebut mempunyai kebiasaan pada tengah malam menjelma kembali ke bentuk semulanya dan terbang ke sungai langit untuk mandi. Ketika dia menjauhi biara, kamu harus masuk ke kamarnya dan bakar jubahnya. Dia mencuri jubah tersebut dari Istana Langit. Tanpa jubah, dia tidak akan dapat menjelma menjadi seorang wanita cantik.
Zhuge Liang berjanji untuk mengikuti instruksi Gurunya. Sebelum ia pergi, Gurunya memberikan sebuah tongkat dengan ukiran kepala naga di ujung atasnya. Dia memberitahu Zhuge Liang, “Ketika bangau dewa tersebut mengetahui kebakaran di dalam biara, dia akan segera terbang kembali dari sungai langit. Dia akan menyadari bahwa kamu telah membakar jubahnya dan akan menyerang kamu. Ketika itu terjadi, kau harus memukulnya dengan tongkat ini! Sangatlah penting untuk kau ingat dan mengerjakan apa yang telah aku beritahukan kepadamu!”
Tengah malam, diam-diam Zhuge Liang pergi ke biara tersebut. Dia membuka kamar wanita itu dan menemukan jubahnya di atas ranjang. Dia segera membakar jubah tersebut.
Ketika bangau dewa sedang mandi di sungai langit, tiba-tiba dia merasa jantungnya sakit. Dia melihat ke arah biara dan melihat api. Dia segera terbang ke bawah dan melihat Zhuge Liang telah membakar jubahnya. Dia menghampiri Zhuge Liang dan berusaha menyerang matanya dengan paruh. Zhuge Liang mempunyai reflek yang cepat. Dia mengangkat tongkatnya dan memukul jatuh bangau dewa. Kemudian dia menangkap ekor bangau itu. Bangau dewa itu memberontak dan berhasil meloloskan diri, tetapi dia kehilangan bulu ekornya pada Zhuge Liang.
Dia menjadi seekor bangau dengan ekor botak. Dia menjadi malu dengan penampilannya, sehingga dia berhenti mandi di sungai langit. Dia juga tidak berani memasuki Istana Langit untuk mencuri jubah lagi, jadi dia tidak punya pilihan lain selain tetap tinggal di dunia manusia selamanya dan hidup diantara bangau biasa.
Untuk mengingatkan dirinya sendiri akan pelajaran ini, Zhuge Liang menyimpan bulu ekor bangau itu.
Sejak hari itu, Zhuge Liang menjadi semakin rajin. Dia akan menghafal semua yang diajarkan oleh Gurunya dan semua buku pelajaran. Dia benar-benar menyerap apa yang telah dipelajarinya dan dapat menerapkannya dengan mudah. Setahun telah lewat. Tepat pada hari ia membakar jubah bangau dewa setahun yang lalu, pendeta Tao tua memberitahukannya dengan sebuah senyuman lebar, “Muridku, kau telah belajar dibawah pengawasanku selama sembilan tahun. Saya telah mengajarimu semua yang harus kau pelajari dan kamu telah mempelajari semua buku pelajaran di sini. Ada sebuah pepatah, “Guru membawamu ke pintu masuk, dan terserah padamu untuk berlatih kultivasi.’ Sekarang kamu berusia 18 tahun. Sudah saatnya kamu meninggalkan rumah dan mengembangkan karirmu!”
Ketika Zhuge Liang mendengar bahwa ia telah menyelesaikan pendidikannya, dia memohon gurunya untuk mengajarinya lagi. “Guru! Semakin banyak saya belajar, saya merasa semakin rendah hati. Saya merasa masih banyak yang harus saya pelajari dari anda!”
“Pendidikan sejati berasal dari kehidupan nyata. Kau harus belajar menerapkan pengetahuanmu didalam kehidupan dan merancang pemecahan yang berbeda untuk situasi yang berbeda! Sebagi contoh, kau telah belajar sebuah pelajaran yang penting dari kunjunganmu dengan bangau dewa bahwa seseorang tidak seharusnya tergoda oleh nafsu atau perasaan. Ini adalah pelajaran berguna yang diperoleh dari pengalaman nyata. Dengan hal itu didalam pikiran, kamu tidak akan dibuat binggung oleh permukaan maya dari dunia ini. Berhati-hatilah dalam setiap tindakanmu. Kamu harus melihat segalanya dalam bentuk sejatinya. Ini adalah nasihat perpisahan saya kepadamu! Saya akan meninggalkanmu hari ini.”
“Guru, kemana Anda akan pergi?” dengan heran Zhuge Liang bertanya. “dimana saya dapat menemuimu atau mengunjungimu di kemudian hari?”
“Saya akan keliling dunia dan tidak akan menetap lagi.”
Tiba-tiba Zhuge Liang merasakan air mata yang hangat menetes dari matanya. Dia berkata, “Guru! Sebelum anda pergi, anda harus memberikan aku kesempatan untuk bersujud kepada anda dan berterima kasih kepada anda atas pendidikan yang anda berikan padaku!”
Kemudia Zhuge Liang bersujud kepada Gurunya. Ketika dia berdiri, Pendeta Tao tersebut telah menghilang.
Pendeta Tao itu meninggalkannya sebuah jubah dengan gambar patkwa. Zhuge Liang sering memikirkan Gurunya; karena itu, ia sering memakai jubah dengan gambar patkwa sebab memberikannya perasaan bahwa Gurunya berada di sampingnya.
Zhuge Liang tidak pernah lupa nasihat Gurunya, terutama nasihat perpisahannya. Dia membuat kipas dari bulu ekor bangau dewa untuk mengingatkan dirinya sendiri untuk sangat berhati-hati seumur hidupnya. Ini adalah cerita dibalik kipas bulu terkenal yang dibawa oleh Zhuge Liang.